National Media Nusantara
Kalimantan Timur

Nilai Matematika Siswa Kaltim Turun, Disdikbud Siapkan Evaluasi Menjelang TKA

Teks: Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan.

Samarinda, Natmed.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan langkah evaluasi menyusul menurunnya nilai matematika siswa pada hasil asesmen terbaru. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena pemerintah pusat berencana menjadikan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi.

Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan menyebut tren penurunan nilai matematika terjadi merata di sejumlah kabupaten/kota. Tantangan terbesar muncul pada kemampuan berhitung dasar dan pemahaman konsep, terutama setelah masa pembelajaran pascapandemi.

“Banyak siswa masih kesulitan pada numerasi dasar. Hasil asesmen ini memang menunjukkan penurunan dan itu menjadi alarm bagi kita semua,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri Upacara Hari PU ke- 80 di halaman Kantor DPUPR Kaltim, Rabu 3 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mulai menyiapkan evaluasi komprehensif, termasuk intervensi pembelajaran yang lebih terarah untuk memperkuat mata pelajaran matematika di berbagai jenjang.

“Kami sudah meminta sekolah-sekolah untuk melakukan pemetaan ulang kemampuan siswa. Jangan menunggu TKA diterapkan dulu baru bersiap,” katanya.

Disdikbud juga menyoroti ketimpangan mutu pendidikan antara wilayah perkotaan dan pinggiran. Banyak sekolah di daerah terpencil masih kekurangan guru matematika dan menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran.

“Memang masih terjadi ketimpangan. Di beberapa wilayah pinggiran, guru matematika masih sangat terbatas. Ini memengaruhi capaian belajar siswa,” jelas Rahmat

Terkait rencana penerapan TKA secara nasional, Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa tes tersebut tidak akan menentukan kelulusan sekolah, namun akan berpengaruh terhadap akses siswa memilih jurusan atau kampus tertentu.

“TKA tidak menentukan lulus atau tidaknya pelajar. Tapi kalau nilainya rendah, jurusan yang bisa mereka ambil semakin terbatas. Itu yang harus dipahami orang tua,” ujarnya.

Disdikbud Kaltim saat ini masih menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan TKA. Namun ia meminta sekolah dan orang tua tidak menunggu kebijakan final untuk mulai menyiapkan siswa.

“Kita harus bergerak dari sekarang. Tren nilai matematika menurun, sehingga penguatan numerasi harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Related posts

Bangunan Rumah Sakit Tipe D Akan Beralih Fungsi

Phandu

PPN 12% Mulai 2025, Bapenda Kaltim: Diatur Pemerintah Pusat

Alfi

Sekdaprov Kaltim Sebut Hilirisasi Industri Kunci Transformasi Ekonomi

Laras

You cannot copy content of this page