• Beranda
  • NASIONAL
  • Daerah
    • Samarinda
    • Kalimantan Timur
  • POLITIK
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Natural Media
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Natural Media
No Result
View All Result

Indonesia Usung Instrumen Hukum Global untuk Keadilan Royalti Kreator Digital

natmed by natmed
5 Februari 2026
in Nasional
0
Indonesia Usung Instrumen Hukum Global untuk Keadilan Royalti Kreator Digital

Teks: Sidang Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) WIPO yang berlangsung di Jenewa, Swiss, 1-5 Desember 2025.

Jakarta, Natmed.id – Pemerintah Indonesia mengajukan proposal resmi ke World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk menciptakan instrumen hukum internasional yang mengatur tata kelola royalti kreator di era digital. Langkah ini dilakukan untuk memperjuangkan keadilan ekonomi bagi para pencipta karya, termasuk di sektor musik dan audiovisual.

Proposal bertajuk Indonesian Proposal for a Legally Binding International Instrument on the Governance of Copyright Royalty in Digital Environment dibahas dalam sidang Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) WIPO, yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025 di Jenewa, Swiss, diikuti 194 negara anggota.

Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno, selaku pemimpin delegasi Indonesia, menegaskan perlunya langkah ini. “Seringkali pencipta hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan yang dihasilkan karya mereka sendiri. Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, ini persoalan keadilan, kewajaran, dan pengakuan moral,” ujar Havas.

Menurut Havas, ketimpangan royalti global salah satunya disebabkan dominasi platform digital yang mengendalikan algoritma rekomendasi, model lisensi, serta sistem pelaporan pendapatan. UNESCO dan Bank Dunia memperkirakan setidaknya US$55,5 miliar royalti musik dan audiovisual setiap tahun “menghilang” dan tidak sampai ke kreatornya.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan empat masalah utama dalam sistem royalti global: metadata karya terfragmentasi, model pembagian royalti tidak proporsional, standar royalti berbeda antarnegara, dan kurangnya transparansi distribusi royalti.

“Dalam ekosistem digital, siapa yang menguasai data, dialah yang menguasai nilai. Inilah akar persoalan royalti global saat ini,” kata Supratman.

Untuk mengatasinya, Indonesia mengusulkan tiga pilar hukum internasional yang mengikat: standardisasi metadata fonogram dan audiovisual, kewajiban transparansi lisensi dan distribusi royalti lintas negara, serta mekanisme pengawasan global melalui audit internasional.

Indonesia optimistis keberhasilan proposal ini akan membuka akses data global bagi kreator dalam negeri, meningkatkan pendapatan royalti, dan menjamin karya anak bangsa dihargai secara adil di seluruh dunia.

“Teruslah berkarya dan percayalah bahwa negara sedang memperjuangkan hak anda bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di hadapan dunia,” ujar Supratman.

Previous Post

Sepeda Gunung dan Kotak Amal Dibobol di Lok Bahu, Pelaku Diringkus Warga dan Polisi

Next Post

Kaltim Masuki Musim Hujan Panjang, BMKG Minta Masyarakat Tetap Siaga

Next Post
Kaltim Masuki Musim Hujan Panjang, BMKG Minta Masyarakat Tetap Siaga

Kaltim Masuki Musim Hujan Panjang, BMKG Minta Masyarakat Tetap Siaga

Berita Terbaru

  • Andi Faizal: Remtal Cup Jadi Modal Bontang Bidik Juara POPDA 2027
  • Asah Kemandirian dan Kepemimpinan, Pramuka SDN 001 Sangatta Selatan Gelar Perkemahan LT-I
  • Sentuhan Warna dan Keceriaan, Anak-Anak Eksplorasi Batik dalam Workshop di Ascott Waterplace Surabaya
  • Buka SPANSA CUP 2026, Andi Faizal Dorong Atlet Muda
  • Suharno Ajak Pemuda Bontang Jadi Penggerak Perubahan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks Berita
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Koordinat kantor
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.