National Media Nusantara
Pemkot Samarinda

5 Ruas Jalan Samarinda Kini Dihiasi Lampu Ornamen Pesut, Biaya Capai Rp5,2 Miliar

Samarinda, Natmed.id – Wajah Kota Tepian kini makin terang dan berwarna. Pemerintah Kota Samarinda mengucurkan dana Rp5,2 miliar untuk memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan ornamen khas pesut Mahakam di lima ruas jalan utama. Proyek ini bukan sekadar soal penerangan, tapi juga memberi sentuhan estetika yang mempertegas identitas Samarinda sebagai kota di tepi Sungai Mahakam.

Teks: Lampu ornamen pesut Mahakam mulai menghiasi lima ruas jalan yang mendapat pemasangan PJU baru di Samarinda

Lima ruas jalan yang mendapat pemasangan lampu ornamen adalah Jalan Kesuma Bangsa dengan anggaran Rp1,8 miliar, Jalan Bhayangkara Rp1,5 miliar, Jalan Diponegoro Rp645 juta, Jalan Abul Hasan Rp602 juta, dan Jalan Imam Bonjol Rp688 juta. Pekerjaan dimulai awal Mei 2025, dengan target seluruh titik rampung sebelum September.

Kasi Prasarana Jalan Dishub Samarinda, Rinjani Kusuma, menjelaskan tiga ruas jalan, yakni Diponegoro, Abul Hasan, dan Imam Bonjol, sudah selesai pada akhir Juli lalu. Sementara proyek di Jalan Kesuma Bangsa dan Bhayangkara masih dalam tahap finishing.

“Kami sedang merapikan kembali trotoar yang sempat dibongkar agar kondisinya sama seperti semula. Pak Wali Kota meminta semua fasilitas publik harus dikembalikan rapi,” ujarnya, Rabu, 23 Agustus 2025.

Lampu ornamen ini menggunakan tiang tipe taper setinggi 9 meter dengan lampu utama berdaya 120 watt. Di Jalan Kesuma Bangsa ditambah lampu pedestrian berbentuk orang berolahraga berdaya 40 watt, melambangkan kawasan olahraga karena berdekatan dengan GOR Segiri.

Ornamen pesut Mahakam dipilih sebagai ikon kota, sedangkan tambahan motif olahraga memberi nuansa khas pada jalur pejalan kaki.

Wali Kota Samarinda Andi Harun, menegaskan proyek penerangan tidak bisa hanya mengejar jumlah titik lampu. Aspek estetika, fungsi publik, dan keamanan menjadi syarat mutlak. Menurutnya, kontraktor wajib memastikan trotoar, saluran drainase, hingga ruang air tidak terganggu.

“Kalau bahannya andesit, maka harus dikembalikan dengan andesit. Tidak boleh asal tutup atau ganti dengan material lain,” ucap Andi saat meninjau pengerjaan beberapa waktu lalu.

Ia juga memastikan seluruh jaringan listrik untuk PJU menggunakan sistem kabel tanam. Langkah ini dipilih untuk menjaga kerapian kota sekaligus meminimalkan risiko saat jalan atau trotoar tergenang air.

“Semua kabel wajib sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Kalau syarat keamanan, estetika, dan fungsi publik tidak terpenuhi, serah terima pekerjaan tidak akan dilakukan,” kata Andi.

Dishub Samarinda menyebut proyek lampu ornamen ini bagian dari komitmen menjadikan kota lebih terang, aman, dan nyaman. Rinjani menambahkan, program ini berjalan bertahap sambil membenahi lampu lama yang masih butuh perawatan.

“Pak Wali selalu mengingatkan penerangan harus merata, bukan hanya di pusat kota tapi juga sampai pelosok,” ujarnya.

Dishub menargetkan dua ruas terakhir, Kesuma Bangsa dan Bhayangkara, selesai pada 29 Agustus 2025. Setelah itu, perhatian akan difokuskan pada pemeliharaan dan perawatan rutin agar lampu yang sudah dipasang benar-benar berfungsi optimal.

“Proyek ini bukan akhir, tapi langkah awal untuk membangun kota yang lebih ramah, aman, dan indah. Samarinda harus punya wajah terang, baik di pusat kota maupun di pinggiran,” tutup Rinjani.

 

Related posts

Andi Harun Tegaskan Infrastruktur Sebagai Kunci Utama Pembangunan Daerah

Aminah

Eco Enzyme Selamatkan Bumi

Phandu

Rusmadi Lantik Majelis Pembimbing dan Pembina Gugus Depan Gerakan Pramuka Unmul

Laras

You cannot copy content of this page