Pendidikan

111 Siswa SMA IT Granada Samarinda Wisuda Al-Qur’an, 2 Siswa Tuntaskan 30 Juz

Teks: Prosesi Wisuda Al-Qur’an Angkatan VII SMA IT Granada Samarinda Diikuti 42 siswa Putra Dan 69 Siswa Putri, Rabu,11/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Sebanyak 111 siswa SMA IT Granada Samarinda mengikuti Wisuda Al-Qur’an Angkatan VII. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap capaian hafalan Al-Qur’an para siswa selama menempuh pendidikan.

Wisuda yang mengusung tema Bil Qur’ani Nartaqi, Finannati Naltaqi atau Dengan Al-Qur’an kita mulia, di surga kita berkumpul tersebut diikuti 111 siswa, terdiri dari 42 siswa putra dan 69 siswa putri. Acara berlangsung di Aula SD dan SMP Islam Terpadu Cordova, Rabu 11 Maret 2026.

Ketua Yayasan SMA IT Granada Samarinda Abu Sa’id mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan sekaligus mempelajari Al-Qur’an di sekolah tersebut.

“Ini bentuk apresiasi atas capaian yang telah anak-anak dapatkan selama mengikuti proses pendidikan. Tentu kemampuan setiap anak berbeda-beda, ada yang hafal 2 juz, 3 juz, bahkan ada yang sampai 30 juz,” ungkap Abu Sa’id.

Capaian hafalan tersebut patut disyukuri oleh seluruh pihak, baik siswa, orang tua, maupun para guru yang mendampingi proses pembelajaran.

Wisuda Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan tahapan awal untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Capaian ini bukan akhir. Ini hanya tahapan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak terus meningkatkan kualitas diri dan tetap menjaga semangat belajar Al-Qur’an,” katanya.

Abu Sa’id juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sekolah serta para guru dan pembina tahfiz yang telah mendampingi para siswa selama proses pembelajaran.

“Terima kasih kepada kepala sekolah, ustaz dan ustazah yang telah melaksanakan tugas pembinaan dengan baik. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal kebaikan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua bahwa dukungan dan motivasi dari keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta keberhasilan anak.

“Capaian ini patut kita syukuri. Tetapi yang lebih penting adalah motivasi dari orang tua agar anak-anak terus bersemangat meningkatkan apa yang telah mereka capai,” ujarnya.

Ia juga mendorong pihak sekolah untuk terus melakukan evaluasi terhadap program tahfiz agar capaian hafalan siswa pada tahun-tahun berikutnya dapat meningkat.

“Kita perlu evaluasi, berapa yang belum mencapai target minimal, lalu bagaimana ke depan bisa lebih baik sehingga capaian anak-anak semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA IT Granada Samarinda Abdul Wahab Syahrani memaparkan capaian hafalan siswa dalam program tahfiz tahun ini, target minimal hafalan yang ditetapkan sekolah adalah tiga juz.

Pada kelompok siswa putri, terdapat 5 siswa yang menghafal 1 juz, 21 siswa 2 juz, dan 25 siswa mencapai 3 juz sesuai target minimal. Selain itu terdapat 4 siswa yang menghafal 4 juz, 5 siswa 5 juz, 3 siswa 9 juz, 1 siswa 12 juz, 1 siswa 15 juz, 1 siswa 17 juz, 1 siswa 18 juz, serta 2 siswa yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.

Sementara pada kelompok siswa putra, terdapat 11 siswa yang menghafal 1 juz, 15 siswa 2 juz, 9 siswa tiga juz, 2 siswa 4 juz, 3 siswa 5 juz, 1 siswa 6 juz, serta 1 siswa yang mencapai hafalan 10 juz.

Menurut Abdul Wahab, capaian tersebut tidak terlepas dari perjuangan panjang para siswa serta dukungan orang tua yang mendampingi proses belajar di rumah.

“Menghafal Al-Qur’an itu perjuangan. Ada anak yang belajar sampai larut malam, bahkan sampai dini hari. Orang tua tentu melihat langsung bagaimana usaha anak-anak mereka,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu orientasi utama pendidikan di SMA IT Granada, selain capaian akademik formal.

“Kalau hanya sekadar nilai rapor, mungkin banyak sekolah yang bisa memberikan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana anak-anak membawa Al-Qur’an sebagai bekal hidup mereka,” ujarnya.

Related posts

128 Siswa SMAN 17 Samarinda Harus Meninggalkan Kelas

Nediawati

Beasiswa Gratispol Dibatalkan di Tengah Studi, Mahasiswa UMKT Terbebani Tunggakan UKT Rp17 Juta

Aminah

Bahasa Daerah dan Muatan Lokal Diatur dalam Ranperda Pendidikan Kaltim

Aminah