Samarinda, Natmed.id – Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara Muhammad Yamin akhirnya memberi tanggapan atas rencana penggantian dirinya.
Yamin memilih memberi jawaban normatif saat ditanya wartawan. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemegang saham.
“Pergantian direksi itu memang merupakan hak pemegang saham dan harus dilaksanakan melalui RUPS,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Senin 30 Maret 2026.
Pernyataan itu muncul di tengah berbagai spekulasi terkait alasan pergantian yang dilakukan sebelum masa jabatan berakhir. Saat ditanya apakah terdapat persoalan internal di tubuh Bankaltimtara, Yamin tidak memberikan penjelasan rinci.
“Saya kira prosesnya kita hargai,” katanya, tanpa membantah ataupun membantah adanya masalah di internal Bankaltimtara.
Ia juga tidak menanggapi lebih jauh ketika disinggung mengenai kinerja perusahaan maupun anggapan tak mampu mencapai target deviden. Namun, ia mengakui bahwa kondisi ekonomi secara umum turut memengaruhi kinerja sektor perbankan.
“Situasi ekonomi 2025 kita tahu, PDRB juga turun,” ucapnya singkat.
Yamin menegaskan tidak akan melakukan perlawanan ataupun pembelaan atas keputusan yang diambil oleh pemegang saham. Ia memilih mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku dalam korporasi.
“Saya akan mengikuti apapun keputusan pemegang saham melalui RUPS,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebelumnya telah menegaskan bahwa proses pergantian direksi dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan berbasis kompetensi.
“Semua boleh mendaftar, yang penting profesional, akuntabel, dan punya kompetensi. Ini berkaitan dengan uang negara,” ujarnya.
Rudy juga mengungkapkan bahwa percepatan pergantian direksi tidak lepas dari sejumlah persoalan serius, termasuk kasus dugaan tindak pidana korupsi di internal bank serta penurunan kinerja perusahaan.
Ia menyebut, target deviden yang semula diproyeksikan mencapai Rp338 miliar, hanya terealisasi sekitar Rp191 miliar. Kondisi itu berdampak langsung pada keuangan daerah.
“Bagaimana mau dipertahankan kalau target tidak tercapai. Ini kan berpengaruh ke APBD,” tandasnya.
