Samarinda, Natmed.id – Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah/2026 di Gor Segiri kembali dipadati warga. Setelah membeludak pada hari pertama Ramadan, keramaian justru semakin meningkat di hari kedua puasa, Jumat 20 Februari 2026, bertepatan dengan pembukaan secara resmi pasar tahunan di Jalan Kesuma Bangsa, Kota Samarinda.

Pantauan di lokasi menunjukkan, sejak sore hari warga mulai memadati area lapangan parkir Gor Segiri untuk berburu takjil. Ragam jajanan Ramadan yang hampir lengkap membuat pasar ini kembali menjadi magnet utama masyarakat Samarinda. Fenomena war takjil pun tak terhindarkan, menandai tingginya antusiasme pengunjung.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut Pasar Ramadan Gor Segiri sebagai ikon yang telah melekat puluhan tahun dengan tradisi Ramadan di Kota Tepian.
“Setiap tahun Samarinda selalu ada pasar Ramadan, dan sudah berpuluh-puluh tahun tempatnya tetap di sini. Tidak berlebihan kalau kita katakan ini pasar Ramadan yang legend,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, Ramadan di Samarinda terasa kurang lengkap tanpa keberadaan pasar Ramadan Gor Segiri, meskipun pasar serupa juga digelar di berbagai titik lain.
“Bisa saja pasar Ramadan dibuka di mana-mana, tapi yang legend itu hanya di Gor Segiri. Selain legend, variasi lapak dan wadahnya juga lebih terasa nyaman,” lanjutnya.
Andi Harun menekankan bahwa pasar Ramadan tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sarana silaturahmi masyarakat di bulan suci.
“Ini menjadi kesempatan bagi pedagang, UMKM, dan pelaku ekonomi kerakyatan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum yang menguntungkan, bukan hanya dari sisi duniawi, tapi juga dari sisi akhirat,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda juga memanfaatkan pasar Ramadan sebagai sarana edukasi transaksi nontunai (cashless) melalui penggunaan QRIS.
“Kita sedang berlatih menuju era nontunai. Suatu hari nanti, belanja cash akan semakin ditinggalkan,” kata Andi Harun, seraya menyebut kebiasaan masyarakat Samarinda yang masih lekat dengan uang tunai sebagai tantangan tersendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Samarinda Muslimin menjelaskan bahwa Wisata Belanja Ramadan tahun ini diikuti sekitar 150 tenant, terdiri dari 100 pedagang kuliner dan sekitar 50 pedagang promosi usaha.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk peran pemerintah dalam memberikan ruang bagi pelaku usaha, UMKM, dan pedagang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Muslimin.
Pasar Ramadan akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026, dengan harapan dapat mendorong peningkatan pendapatan pedagang dan ekonomi keluarga selama Ramadan.
Muslimin juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak pendukung kegiatan, termasuk Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, serta perbankan syariah dan sponsor lainnya.
“Kami berharap dengan waktu pelaksanaan yang cukup panjang, para pedagang dan pelaku ekonomi menengah dapat benar-benar merasakan dampak peningkatan pendapatan,” ujarnya.
