Pendidikan

Wawali Saefuddin: Peresmian Sekolah Lansia Adalah Wujud Nyata Memuliakan Orang Tua

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Saat Diwawancarai Awak Media Usai Peresmian Pada Jumat,10/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri resmi meluncurkan Sekolah Lansia Santa Mathilda yang bertempat di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Mangkupalas Kota Samarinda.

Kehadiran sekolah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pelayanan sosial di wilayah tersebut, sekaligus menjadi sekolah lansia ke-4 yang terbentuk di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur.

Acara peresmian ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh puluhan peserta lansia yang tampak antusias mengikuti pembukaan program edukasi nonformal tersebut.

Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda atas konsistensinya dalam membina kelompok lansia.

Namun, ia secara khusus menyoroti peran komunitas gereja yang menjadi motor penggerak utama lahirnya sekolah ini.

“Ini adalah pembukaan sekolah lansia yang ke-4 yang diinisiasi oleh Gereja Katolik yang ada di Mangkupalas. Tadi pembukaan hadir bersama-sama untuk bagaimana sekolah lansia itu bisa berjalan dengan baik,” ujar Saefuddin saat diwawancara awak media pada Jumat, 10 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kemandirian masyarakat dalam mengelola program ini merupakan nilai tambah yang patut dicontoh oleh kelompok masyarakat lainnya.

“Tentunya saya mengucapkan apresiasi kepada Kepala OPD DPPKB yang sudah melaksanakan kegiatan ini, bekerja sama dengan gereja yang ada di sini. Karena ini sudah diinisiasi untuk istilahnya swadaya masyarakat gereja yang ada di situ,” tambahnya.

Sekolah Lansia Santa Mathilda mengawali perjalanannya dengan membina kurang lebih 27 peserta. Fokus utama dari kurikulum sekolah ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan menjaga kesehatan para lansia secara menyeluruh agar tetap berdaya di usia senja.

Wawali Saefuddin menekankan bahwa lansia membutuhkan perhatian khusus pada empat pilar kesehatan.

“Ini sebagai bentuk penghormatan kita, mengajak beliau untuk sehat. Sehat apa pun, jiwa, raga, fisik, dan mental,” tegasnya.

Saefuddin Zuhri menyelipkan pesan menyentuh mengenai etika menghormati orang tua di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberkahan sebuah kota juga bergantung pada bagaimana warganya memperlakukan para lansia.

“Tentunya yang namanya lansia harus kita hormati, harus kita hargai, dan kita harus bahagiakan. Karena lansia itu tentunya di atas kita. Ada pepatah ‘surga di telapak kaki ibu’, termasuk ibu-ibu dan bapak-apak tadi itu sebagai kita penghormatan,” kata Wawali.

Pemerintah Kota Samarinda menargetkan agar sekolah lansia seperti ini dapat terus menjamur di seluruh kecamatan. Saefuddin berharap model swadaya yang diterapkan di Mangkupalas bisa diduplikasi oleh yayasan dan organisasi keagamaan lainnya.

“Mudah-mudahan sukses, dan nantinya bisa berjalan terus berkesinambungan di daerah-daerah lain, di kecamatan-kecamatan lain, atau di yayasan-yayasan lain bersama dengan DPPKB,” tutupnya.

Related posts

Nada Salsabila Pelajar SMKN 4 Batam Dinobatkan Duta Ayo Jadi Penulis 2025 

Arum

Modus Kecurangan UTBK Terungkap, Rektor Unmul Angkat Bicara

Ellysa Fitri

Bontang Terapkan Ujian Sekolah Secara Tatap Muka

Aditya Lesmana