National Media Nusantara
Kalimantan Timur

Waspada Bencana Banjir, Dinkes Kaltim Prioritaskan Mitigasi Penyakit Pascabencana

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin

Samarinda, Natmed.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin meningkatkan kewaspadaan terkait potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dipicu oleh bencana alam, terutama saat musim penghujan yang sering menyebabkan banjir.

Ia menggarisbawahi perlunya fokus ganda pencegahan bencana dan antisipasi penyakit pasca-bencana. Jaya Mualimin menjelaskan bahwa peran Dinas Kesehatan adalah fokus pada penyakit dan KLB yang disebabkan oleh faktor lingkungan, termasuk keracunan dan berbagai penyakit menular.
Salah satu ancaman terbesar saat banjir adalah Leptospirosis, atau yang dikenal sebagai demam kuning, yang disebarkan melalui kencing tikus. Ia juga menjelaskan mekanisme penularan yang rentan terjadi ketika lingkungan tercemar air banjir.

“Saat terjadi banjir kan tikus keluar semuanya, kemudian tangan kita tidak bersih, kemudian makan, maka itu bisa menjadi kejadian luar biasa, panas seperti orang demam, kemudian diare, itu bisa menyebar ke seluruh wilayah,” ungkap Jaya Mualimin saat wawancara dengan media pada Selasa, 9 Desember 2025.

Penyakit lain yang juga diwaspadai adalah diare akut, keracunan makanan, demam berdarah (DBD), yang semuanya rentan menyebar cepat dalam kondisi sanitasi yang terganggu akibat bencana.

Jaya Mualimin menekankan bahwa upaya mitigasi tidak hanya berada di tangan Dinkes, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif dari masyarakat dan pemerintah wilayah setempat. Antisipasi terbaik adalah mencegah bencana itu sendiri terjadi.

“Yang harus kita waspadai adalah sebenarnya bagaimana bencana ini jangan sampai terjadi misalnya kita melakukan menjaga lingkungan agar tidak terjadi bencana kalau kita tahu bahwa misalnya di lingkungan kita ada yang gundul, maka kita laporkan, koordinasi dengan pemerintah wilayah setempat, dengan kelurahan, kecamatan, dan sebagainya,” tegasnya.

Kesadaran lingkungan dan pelaporan kondisi yang berpotensi memicu bencana, seperti penggundulan lahan, menjadi langkah awal yang krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Untuk menghadapi skenario terburuk, Dinas Kesehatan telah menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan di Kaltim untuk memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Kesiapsiagaan logistik menjadi prioritas utama.

“Tentu kita menyiapkan semua fasilitas kesehatan di wilayah Provinsi Kaltim untuk menyediakan cukup obat, kemudian cukup bahan medis habis pakai kalau terjadi kejadian luar biasa atau wabah dari penyakit,” tambahnya.

Kesiapan ini mencakup penyediaan stok obat-obatan esensial dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang cukup di puskesmas hingga rumah sakit. Tujuannya adalah memastikan bahwa tim medis dapat segera merespons dan mengobati kasus diare, leptospirosis, atau penyakit menular lainnya yang mungkin muncul setelah terjadi banjir atau bencana alam lainnya, sehingga KLB dapat dicegah penyebarannya.

Related posts

Dua Pianis Muda Tampilkan Keajaiban di Panggung Jaya Suprana Institute

Intan

Akmal Malik Serahkan Sapi 966 Kilogram dari Presiden, DPKH Pastikan Standar Kesehatan Hewan

Intan

Polda Kaltim Luncurkan Program “Sepeda Ontel” untuk Perkuat Integritas Admin Aplikasi Astina Polri

natmed

You cannot copy content of this page