Samarinda, Natmed.id – Permasalahan infrastruktur dasar kembali mencuat di tingkat lingkungan. Warga RT 04, Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda menyampaikan keluhan terkait minimnya akses air bersih dan penerangan jalan kepada jajaran kepolisian saat kegiatan di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat setempat Suratno mengungkap kebutuhan paling mendesak adalah ketersediaan jaringan air minum yang layak. Persoalan utama bukan pada sumber air, melainkan belum tersedianya jaringan distribusi yang memadai.
“Warga kami kesulitan air minum. Yang bermasalah itu pipa sekundernya belum ada. Harapan kami ke depan bisa dibantu penyaluran pipa sekunder,” ujarnya usai peresmian jembatan di Jalan Batu Cermin, Kamis 9 April 2026.
Selain air bersih, persoalan lain yang dikeluhkan adalah minimnya penerangan jalan di kawasan permukiman. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas warga, terutama pada malam hari.
“Di wilayah RT 04 ini, khususnya di dalam blok-blok, belum ada lampu penerangan. Selama ini hanya mengandalkan lampu dari teras rumah warga,” kata Suratno.
Pihaknya telah mencoba mengajukan bantuan lampu tenaga surya (solar cell) ke sejumlah pihak, namun belum mendapatkan hasil.
“Kami sudah ajukan lima titik lampu solar cell, tapi jawabannya belum bisa menjangkau wilayah kami. Makanya kami berharap ada bantuan atau fasilitasi dari pihak kepolisian,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyatakan pihaknya akan berupaya menindaklanjuti aspirasi warga, khususnya terkait kebutuhan penerangan dan energi alternatif.
Polresta Samarinda akan berkoordinasi dengan jajaran di tingkat wilayah, termasuk polsek dan Bhabinkamtibmas, untuk mengidentifikasi kebutuhan warga secara lebih rinci.
“Nanti kita koordinasikan dengan Kapolsek Sungai Pinang dan Bhabinkamtibmas di wilayah Sempaja Utara. Kita lihat apa saja yang bisa kita bantu,” katanya.
Keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga.
“Kami ingin hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin dekat. Apa yang menjadi kebutuhan warga, sejauh bisa kita bantu, tentu akan kita upayakan,” tegasnya.
Keluhan warga ini mencerminkan masih adanya persoalan mendasar di tingkat permukiman, khususnya terkait akses layanan dasar seperti air bersih dan penerangan. Di sisi lain, keterlibatan aparat dalam merespons kebutuhan tersebut menjadi catatan penting dalam upaya kolaborasi lintas sektor di tingkat lokal.
