Pasuruan, Natmed.id — Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk terus memperkuat peran edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama terkait kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Hal itu disampaikan Adi Wibowo saat dikonfirmasi, Minggu 25 Januari 2026, menindaklanjuti pelantikan Pengurus IDI Cabang Kota Pasuruan masa bhakti 2026–2028 yang sebelumnya digelar bersamaan dengan seminar ilmiah.
Menurut Adi Wibowo, tantangan kesehatan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan fasilitas layanan, tetapi juga pemahaman dan perilaku masyarakat yang perlu dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi.
“Peran dokter sangat strategis dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu hamil dan pencegahan stunting sejak dini,” ujar Adi Wibowo.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kesehatan diperlukan agar program kesehatan dapat menjangkau lebih luas dan berjalan efektif.
Selain itu, Adi Wibowo juga menyinggung perkembangan teknologi layanan kesehatan yang semakin dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang tetap humanis.
“Masyarakat ingin layanan yang cepat dan mudah, tetapi kualitas dan pendekatan personal tetap harus dijaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kota Pasuruan terpilih dr. Rahmat Sakur menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung program kesehatan pemerintah daerah melalui pendekatan promotif dan preventif.
“IDI berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter sekaligus berkontribusi aktif dalam edukasi kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak,” ujar dr. Rahmat Sakur.
Ia berharap, melalui kolaborasi yang terjalin, peran dokter tidak hanya terbatas pada layanan kuratif, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
