Samarinda, Natmed.id – Pertandingan final mini soccer BASO IGA Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan berakhir manis bagi Tim Jurnalis Samarinda 2 setelah dua gol tanpa balas ke gawang Balikpapan mengunci gelar juara turnamen yang digelar di Lapangan Aubry Juanda, Samarinda, Jumat, 12 Desember 2025.
Turnamen mini soccer yang berlangsung dalam suasana santai namun kompetitif ini diikuti enam tim jurnalis, yakni Samarinda 1, Samarinda 2, Kutai Kartanegara (Kukar) 1, Kukar 2, Balikpapan, serta PHSS. Kegiatan ini menjadi bagian dari program BASO IGA (Bincang Asik Soal Hulu Migas) yang diinisiasi PHI sejak 2021 sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi dengan insan pers.
Sejak fase grup, persaingan berlangsung ketat. Di Grup A, laga pembuka mempertemukan Samarinda 1 melawan Kukar 1. Tim Kukar 1 berhasil mengamankan kemenangan tipis melalui skema tendangan pojok. Sementara di Grup B, Samarinda 2 berhadapan dengan Kukar 2 dalam pertandingan yang berlangsung imbang dan harus ditentukan lewat adu penalti, yang akhirnya dimenangkan Samarinda 2.
Samarinda 2 kemudian memastikan langkah ke babak gugur setelah meraih kemenangan atas Kukar 2, meski sempat menelan kekalahan melalui adu penalti saat berhadapan dengan PHSS. Hasil tersebut tetap mengantarkan Samarinda 2 ke semifinal.
Pada babak empat besar, Samarinda 2 kembali menunjukkan performa solid saat menghadapi Kukar 1. Pertandingan berlangsung sengit hingga menit-menit akhir sebelum Samarinda 2 mencetak gol penentu kemenangan 1–0 melalui tendangan bebas yang disambut pemain di depan gawang. Sementara semifinal lainnya mempertemukan Balikpapan melawan PHSS, yang dimenangkan oleh Balikpapan.
Di partai puncak, Samarinda 2 tampil konsisten dan mampu mengendalikan permainan. Dua gol tanpa balas ke gawang Balikpapan memastikan Samarinda 2 mengunci gelar juara turnamen mini soccer BASO IGA PHI Regional Kalimantan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur Abdurrahman Amin, menilai kemenangan Samarinda 2 tidak lepas dari strategi rotasi pemain yang berjalan efektif sehingga kondisi fisik tim tetap terjaga hingga laga terakhir.
“Tim Samarinda 2 menang karena jumlah pemainnya lebih banyak, jadi rotasinya jalan. Ada tiga sampai empat orang yang bisa bergantian main, sehingga secara fisik lebih siap,” ujar Abdurrahman, yang juga menjadi bagian dari Tim Samarinda 2.
Menurutnya, dari sisi teknik permainan, kemampuan antar tim relatif seimbang mengingat seluruh peserta berasal dari kalangan jurnalis. Namun, faktor kebugaran menjadi pembeda di laga-laga krusial.
Abdurrahman juga mengapresiasi pelaksanaan BASO IGA PHI Regional Kalimantan yang kembali mempertemukan wartawan dari Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan dalam suasana kebersamaan.
“Kami dari wartawan Kaltim mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini rutin digelar. Tujuannya jelas, untuk mempererat silaturahmi antar wartawan Samarinda, Kukar, dan Balikpapan,” katanya.
Ia menambahkan, turnamen ini menjadi ajang silaturahmi yang positif bagi jurnalis lintas daerah. Pada pertemuan sebelumnya di Tenggarong, tim Samarinda harus puas finis di posisi kedua.
“Sekarang gantian yang penting semua kompak,” ujarnya.
Berdasarkan hasil akhir turnamen, klasemen menempatkan Samarinda 2 di posisi pertama, disusul Balikpapan di peringkat kedua, Kukar 1 di posisi ketiga, Kukar 2 di urutan keempat, Samarinda 1 di peringkat kelima, dan PHSS di posisi keenam.
Kegiatan mini soccer ini dinilai menjadi agenda rutin yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat relasi antar insan pers di tengah tingginya tekanan pekerjaan jurnalistik, baik secara fisik maupun mental.
Abdurrahman juga menyebut PWI Kaltim secara konsisten menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Powarda), yang direncanakan kembali dilaksanakan pada 2026 dengan Balikpapan sebagai tuan rumah.
