Samarinda

Syarif Sarapping di Haul Ayahanda, Tanpa Sekat Undang Semua Lapisan Masyarakat

Teks: Tuan Rumah, Syarif Sarapping Saat Diwawancarai Sabtu,28/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Dalam suasana Ramadan ke-10 yang penuh berkah, sang tuan rumah, Syarif Sarapping menyelenggarakan peringatan haul dan doa bersama yang mengusung pesan kuat tentang kesetaraan serta persaudaraan antar-sesama manusia.

Teks: Suasana Buka Bersama dan Haul di kediaman Syarif Sarapping, Sabtu 28/2/2026 (Natmed.id/Sukri)

Kegiatan tersebut bertempat di kediaman keluarga besar almarhum H Sarapping Beddu di Samarinda menjadi pusat perhatian pada Sabtu malam, 28 Februari 2026.

Acara tahlilan ini digelar secara khusus untuk mengirimkan doa bagi dua sosok pilar dalam keluarga besar mereka yang telah berpulang, yakni ayahanda tercinta almarhum H Sarapping Beddu bin Beddu dan kakak kandung beliau, almarhum Syahrul Sarapping bin H Sarapping Beddu.

Bagi Syarif Sarapping, peringatan haul ini bukan sekadar ritual keluarga yang bersifat tertutup atau eksklusif. Dalam wawancaranya, ia menekankan sebuah prinsip mendalam bahwa setiap manusia, terlepas dari jabatan atau status ekonominya, memiliki kedudukan yang sama untuk duduk bersama dalam doa.

“Masyarakat dari lapisan mana pun kita undang dalam acara ini. Karena bagi kami, sesama manusia itu harus saling menghargai tanpa memandang latar belakang apa pun,” ungkap Syarif.

Keterbukaan ini terlihat nyata dari daftar tamu yang hadir. Di satu sisi, tampak pejabat teras seperti Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran petinggi militer seperti Pangdam VI/Mulawarman dan Danrem 091/ASN.

Namun di sisi lain, warga sekitar dan masyarakat umum juga tampak membaur dengan akrab di ruang yang sama, menciptakan suasana yang benar-benar tanpa sekat.

Lebih dari sekadar mengenang jasa orang tua dan saudara, Syarif memiliki visi agar kegiatan ini menjadi katalisator bagi persatuan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda.

Ia berharap agar kehangatan yang tercipta di dalam rumahnya malam itu dapat menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan bisa dikesampingkan demi tujuan yang lebih mulia.

“Harapan besar saya adalah agar kita semua senantiasa bersatu dan jangan sampai ada perpecahan di antara kita. Itulah esensi utama dari silaturahmi yang kami bangun malam ini,” tambahnya.

Melalui momen haul ini, keluarga besar Syarif Sarapping ingin mewariskan nilai bahwa menghormati mereka yang telah tiada dapat menjadi jembatan emosional untuk mempererat solidaritas mereka yang masih hidup.

Acara yang ditutup dengan buka puasa dan salat Maghrib berjemaah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kekeluargaan dan sikap saling menghargai mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu harmoni yang indah.

Related posts

“All Together in Diversity”, Upaya Mercure Ibis Angkat UMKM Samarinda ke Panggung Global

ericka

Andi Harun Minta Publik Objektif Menilai PDAM, Air Keruh Disebut Dampak Pengurasan Berkala

Aminah

Begini Kata Pakar Soal Desain Kemasan yang Mampu Pengaruhi Nilai Produk

Intan