National Media Nusantara
Ekonomi

Stok Pangan dan BBM Samarinda Dijamin Aman Hingga Akhir Tahun

Teks: Rapat koordinasi Operasi Lilin Mahakam 2025 di Mako Polresta Samarinda

Samarinda, Natmed.id – Ketersediaan bahan pangan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Samarinda dipastikan aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2025, termasuk selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Teks: Polresta Samarinda menjamin stok beras, BBM, dan LPG aman hingga akhir tahun.

Kepastian ini disampaikan Polresta Samarinda berdasarkan hasil pemantauan stok dan distribusi dalam rapat koordinasi pengamanan Nataru Operasi Lilin Mahakam 2025 di Mako Polresta Samarinda, Senin, 15 Desember 2025.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan stok bahan pokok penting (bapokting) di tingkat distributor saat ini mencukupi kebutuhan 865.306 jiwa penduduk Kota Samarinda.

Stok beras medium tercatat mencapai 6.300 ton, beras premium 290 ton, gula pasir 45 ton, minyak goreng 80.000 liter, tepung terigu 10 ton, telur ayam 469.900 butir, bawang merah 52 ton, bawang putih 60 ton, mi instan 1.000 dus, serta cabai rawit merah sekitar 5,4 ton per hari.

“Secara umum stok bapokting di Samarinda mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, termasuk selama momentum Nataru,” ujar Hendri Umar.

Dari sisi harga, beras premium berada di kisaran Rp17.000 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram. Gula pasir produksi dalam negeri dijual Rp19.000 per kilogram dan impor Rp18.000 per kilogram. Harga tepung terigu Rp14.000 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan botol Rp22.000 per liter dan minyak goreng curah Rp11.700 per liter.

Harga daging sapi murni tercatat Rp160.000 per kilogram dan ayam broiler Rp27.000 per kilogram. Untuk telur, telur ayam broiler dijual Rp55.000 per piring dan telur ayam kampung Rp80.000 per piring. Komoditas hortikultura seperti cabai merah besar dijual Rp50.000 per kilogram, cabai keriting Rp55.000 per kilogram, cabai tiung Rp65.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp60.000 per kilogram. Sementara bawang merah berada di harga Rp60.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Kapolresta Hendri Umar menjelaskan, kenaikan harga bawang merah dan cabai di pasar tradisional dipengaruhi oleh perilaku pasar yang memanfaatkan momentum Nataru, kenaikan harga dari daerah pemasok seperti Bima, Sulawesi, dan Surabaya, serta faktor musim hujan yang berdampak pada hasil panen.

Selain pangan, Polresta Samarinda juga memastikan ketersediaan BBM dan LPG subsidi dalam kondisi aman. Solar subsidi dengan kuota 48.310 kiloliter telah tersalurkan 40.465 kiloliter hingga 7 Desember 2025 dan dipastikan cukup hingga akhir tahun. Pertalite dengan kuota 154.760 kiloliter telah tersalurkan 153.561 kiloliter dan juga dipastikan aman.

Untuk LPG 3 kilogram, kuota sebesar 9,64 juta kilogram telah tersalurkan sekitar 9,23 juta kilogram hingga 7 Desember 2025. Stok LPG di SPPBE PT Titian Kaltim saat ini mencapai 70 metrik ton, dengan pengisian rata-rata 30 metrik ton per hari untuk 12 agen. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, kuota LPG juga akan mendapat tambahan.

“Dalam menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, penyaluran BBM dan LPG di Samarinda dipastikan aman dan tidak mengalami kendala,” tegas Hendri Umar.

Polresta Samarinda bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan distribusi dan harga di lapangan, serta mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

Related posts

Gebyar Raya UKM Kaltim Dibuka, Pemerintah Dorong Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal

Aminah

Ikut Andil Tekan Lakalantas, Astra Ingatkan Pentingnya 4T Bagi Pengendara

Laras

Layanan Kantor Cabang dan ATM BSI Bertahap Kembali Pulih

Muhammad

You cannot copy content of this page