Samarinda, Natmed.id – Babak Kualifikasi (BK) Porprov VIII Soft Tenis 2025 dimulai di Lapangan Tenis Segiri Samarinda, 18–23 November 2025. Sebanyak 92 atlet dari 8 daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Makassar yang dijadwalkan digelar 4–9 Desember 2025.

Ketua Pengprov Persatuan Soft Tenis Indonesia (Pesti) Kaltim, Fransisca Christine Sinulingga, mengatakan peserta berasal dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Berau, Bontang dan Paser.
Jumlah peserta BK meningkat dari rencana awal 72 atlet menjadi 92 atlet. Dari babak ini, atlet-atlet terbaik akan disaring untuk dipersiapkan menghadapi kejurnas. Batas usia peserta dibatasi maksimal 30 tahun.
Sisca optimis bahwa soft tenis Kaltim bisa masuk dalam cabang olahraga resmi PON XXII 2028 Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, meski prosesnya masih dalam tahap perjuangan. Ia menilai BK kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan atlet muda Kaltim.
“Ini bagian dari persiapan menuju Porprov 2026 sekaligus menyiapkan atlet yang bisa bersaing di PON XXII 2028,” kata Sisca saat ditemui di lapangan pada Rabu, 19 November 2025.

Ketua Panitia Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Zulkarnain menjelaskan pola pertandingan yang diberlakukan. Pada BK ini, hanya nomor regu putra, putri, dan campuran yang dipertandingkan. Atlet yang lolos pada nomor regu mendapatkan hak mengikuti seluruh nomor di Porprov 2026, termasuk tunggal dan ganda.
“Kalau lolos regu putra atau putri, nanti mereka bisa turun di semua nomor saat Porprov. Untuk regu campuran, yang lolos berhak main di ganda campuran,” jelasnya.
Ia menambahkan, atlet yang gagal pada nomor regu masih memiliki kesempatan tampil di nomor tunggal putra dan putri saat Porprov 2026, asalkan lolos pada kualifikasi khusus tunggal.
Sistem pertandingan dibagi dalam dua grup putra dan putri. Kompetisi menggunakan format setengah kompetisi keliling dan berlangsung dengan memanfaatkan empat lapangan dari pagi hingga pukul 18.00 Wita.
Zulkarnain juga menegaskan bahwa meski tuan rumah Porprov biasanya mendapat jatah otomatis lolos ke babak final, Paser tetap memilih mengikuti babak kualifikasi untuk mematangkan kemampuan atlet dan menambah pengalaman teknis bagi pengurus cabor di daerah.
“Paser ikut bukan karena wajib, tapi karena ingin meningkatkan kualitas atlet sekaligus belajar teknis penyelenggaraan,” katanya.
