Ekonomi

Sinergi Ritel dan Pedagang Ungkapkan Perbedaan Harga Normal dan Jelang Idulfitri 1447 H

Teks: Suasana GPM di Halaman Kantor DPTPH Kaltim Rabu,11/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di depan halaman kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) menghadirkan berbagai tenant dengan beragam komoditas bahan pangan.

Salah satu tenant yang cukup mencuri perhatian pengunjung adalah Farmers Market SCP, yang hadir membawa berbagai produk kebutuhan pokok dengan harga promo.

Teks: Penjaga Tenant Farmers SCP, Akri Saat Diwawancarai Rabu,13/3/26.(Natmed.id/Sukri)

Penjaga tenant Farmers Market Samarinda Central Plaza (SCP) Akri mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka kali ini merupakan undangan langsung dari pihak dinas untuk membantu menyediakan akses pangan murah bagi masyarakat, khususnya menjelang momen musiman seperti Lebaran.

Menurut Akri, penurunan harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga normal di toko. Hal ini terutama berlaku untuk produk-produk yang banyak dicari saat musim perayaan.

“Karena ini sedang musim Lebaran, jadi kita fokus ke aneka biskuit dan sirup yang semuanya sedang promo turun harga. Penurunannya lumayan besar, seperti biskuit Monde itu bisa turun sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000,” ujar Akri saat ditemui di lokasi, Rabu 11 Maret 2026.

Selain biskuit dan sirup, Akri mencatat ada beberapa komoditas lain yang menjadi primadona dan paling sering diburu oleh warga selama gelaran GPM berlangsung, di antaranya sabun mandi, biskuit kaleng dan beras.

Akri menjelaskan bahwa meskipun kegiatan ini hanya berlangsung selama satu hari, harga yang ditawarkan di lokasi GPM sebenarnya sejalan dengan promo yang juga sedang berjalan di gerai Farmers Market SCP.

“Harga di sini hampir sama dengan di market (SCP), karena kita memang ada promo serentak secara nasional. Jadi pas dibawa ke sini, harganya sudah harga promo dari perusahaan, bukan subsidi khusus dari pemerintah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Akri berharap acara serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia melihat GPM sebagai wadah yang efektif untuk membantu masyarakat sekaligus mengenalkan Farmers Market ke wilayah-wilayah yang mungkin belum terjangkau.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa ada setiap bulan. Selain membantu warga, ini juga jadi ajang ekspos bagi Farmers Market ke tempat-tempat yang mungkin sebelumnya belum tahu,” tambahnya.

Teks: Penjual Buah, Desy Saat Memberikan Keterangan Rabu,13/3/26.(Natmed.id/Sukri)

Selain itu, salah satu penjual buah di tenant GPM, Desy mengonfirmasi adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa jenis buah dibandingkan periode awal bulan Ramadan.

Kenaikan harga yang paling menonjol terjadi pada komoditas buah impor dan lokal. Desy merincikan beberapa perubahan harga tersebut.

Di antaranya kelengkeng yang mengalami lonjakan dari harga normal sekitar Rp35.000 – Rp38.000 kini menyentuh angka Rp58.000 per kilogram.

Kemudian, anggur merah mengalami kenaikan paling tajam, dari harga normal Rp38.000 – Rp40.000 kini dijual seharga Rp75.000 per kilogram.

“Hampir semua buah, baik lokal maupun impor, rata-rata ada kenaikan menjelang Lebaran ini,” jelas Desy saat diwawancara pada Rabu 11 Maret 2026.

Meski terjadi kenaikan secara umum, Desy menegaskan bahwa harga yang ditawarkan di tenant GPM tetap memiliki selisih yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar umum atau supermarket.

“Di sini masih ada selisih sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000 per kilogram dibandingkan harga pasar. Misalnya anggur merah di luar bisa Rp80.000, di sini kami jual Rp75.000,” ungkapnya.

Hingga siang hari, beberapa jenis buah seperti jeruk, kelengkeng, apel, dan pisang Cavendish Sunpride menjadi produk yang paling banyak diburu warga hingga stoknya mulai menipis.

Keterlibatan Desy dalam GPM ini merupakan bagian dari undangan resmi untuk menekan inflasi pangan. Ia menyebutkan bahwa selain di tingkat provinsi, pihaknya juga rutin mengikuti bazar serupa di berbagai titik strategis lainnya.

“Biasanya kami juga ada undangan di Dinas Pangan Kota, kantor-kantor kecamatan, hingga kelurahan. Memang sering ikut bazar seperti ini untuk menjangkau masyarakat langsung,” tutup Desy.

Related posts

Andi Harun Minta Pembangunan Fuel Terminal di Palaran Libatkan Warga Lokal

Dewi Ayu Purwati

Pemerintah Harus Bisa Kuasai Mayoritas Saham Vale Indonesia

Muhammad

GPM Bantu Tekan Harga, Beras Jadi Komoditas Paling Diburu

Sukri