Samarinda, Natmed.id – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah angkat bicara terkait peluang kepemimpinan Kota Samarinda pada 2029 mendatang.
Sebagai Kader partai Gerindra yang saat ini menduduki jabatan Ketua DPD Partai Gerindra Samarinda, ia menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan partai dalam menentukan langkah politik ke depan.
Helmi menyampaikan bahwa keputusan terkait pencalonan kepala daerah sepenuhnya berada di tangan struktur partai, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Bicara kepemimpinan tahun 2029 dari kami Partai Gerindra tentu saya akan menunggu arahan dari pimpinan kita yaitu baik di DPD maupun di DPP. Tapi paling tidak kader-kader harus siap untuk melaksanakan itu,” ujarnya kepada awak media, Minggu 15 Februari 2025.
Ia menambahkan, posisinya saat ini sebagai Ketua DPD Partai Gerindra sekaligus Ketua DPRD Kota Samarinda membuatnya harus selalu siap jika mendapatkan penugasan dari partai.
“Apalagi hari ini posisi saya sebagai ketua DPD Partai Gerindra dan ketua DPRD Kota Samarinda. Jadi kalau memang diperintah ya kita harus selalu siap untuk melaksanakan tugas itu,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai adanya sinyal atau peluang dirinya maju sebagai calon Wali Kota Samarinda pada 2029, Helmi menegaskan bahwa partai memberikan ruang yang sama kepada seluruh kader untuk berkompetisi secara sehat.
“Partai memberi peluang kesempatan kepada semua kader. Jadi kita disuruh bekerja bagaimana nanti survei atau elektabilitasnya oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, mekanisme internal partai mendorong seluruh kader untuk bekerja maksimal dan membangun elektabilitas di tengah masyarakat.
“Jadi paling tidak partai itu sudah memberi kesempatan kepada semua kader-kadernya untuk memanfaatkan peluang itu,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keseriusan dan kerja nyata akan menjadi penentu siapa yang nantinya mendapat rekomendasi partai.
“Nah, tinggal siapa yang bersungguh-sungguh, siapa yang bekerja dan siapa yang nanti muncul saya kira partai yang nanti memutuskan itu,” sambungnya.
Helmi menegaskan bahwa selama 14 tahun dirinya berkiprah di Partai Gerindra, partai tersebut konsisten mengusung kader internal dalam kontestasi politik, termasuk pada pemilihan kepala daerah di Samarinda.
“Selama saya di Partai Gerindra sudah 14 tahun, kita tidak pernah mengusung kader lain. Jadi selalu kader-kader Partai Gerindra yang diusung. Makanya Pak Andi Harun itu dua periode,” pungkasnya.
.
