Samarinda, Natmed.id – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur (Kaltim) Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting bagi organisasi catur nasional.
Setelah dua periode kepemimpinan Grand Master Utut Adhianto, Percasi daerah mulai mendorong hadirnya figur ketua umum baru yang lebih fokus pada peningkatan prestasi dan penguatan pembinaan atlet.
Reza menyebut bahwa Musyawarah Nasional (Munas) PB Percasi menjadi agenda terbesar Percasi tahun ini. Forum tersebut akan menentukan arah pembinaan catur Indonesia ke depan sekaligus memilih ketua umum baru.
“Agenda utama tahun ini adalah Munas PB Percasi. Setelah dua periode Pak Utut memimpin, kini mulai muncul dorongan dari berbagai pihak agar ada penyegaran kepemimpinan,” ujar Reza, Senin 30 Maret 2026.
Nama yang santer disebut sebagai kandidat kuat adalah Agustiar Sabran, Gubernur Kalimantan Tengah. Menurut Reza, figur tersebut mendapat dukungan dari sebagian pecatur, pengurus, hingga kalangan politisi.
“Pak Agustiar Sabran digadang-gadang sebagai calon ketua umum. Banyak yang melihat beliau punya komitmen pada pembinaan olahraga, termasuk catur,” jelasnya.
Meski demikian, Percasi Kaltim lebih menekankan pada aspek pembinaan, bukan sekadar siapa yang maju sebagai calon ketua.
Ia menyebut kebutuhan mendesak Percasi adalah pemimpin yang bisa menjawab tantangan kompetisi nasional dan pembinaan jangka panjang.
“Bagi kami di Kaltim, siapapun ketuanya nanti harus memiliki fokus kuat pada prestasi. Pembinaan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar agenda politik organisasi,” tegasnya.
Reza juga menyinggung kabar bahwa cabang olahraga catur tidak akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya, informasi itu kini mulai menemukan titik terang.
“Kemarin sempat muncul kabar catur tidak masuk PON. Alhamdulillah, dari komunikasi terakhir, insyaallah catur kembali dipertandingkan, rencananya di NTB,” ungkapnya.
Meski demikian, kepastian final tetap menunggu petunjuk teknis dan keputusan resmi setelah Munas selesai digelar.
“Kami masih menunggu juknis resmi. Setelah Munas, biasanya seluruh regulasi teknis baru diterbitkan,” tambahnya.
Percasi Kaltim siap mengikuti seluruh proses, termasuk adaptasi program pembinaan dan persiapan menuju PON. Ia berharap Munas tahun ini melahirkan kepemimpinan baru yang lebih progresif dan memberikan ruang lebih luas bagi daerah untuk berkontribusi.
“Harapan kami pemimpin baru benar-benar memikirkan masa depan atlet. Catur Indonesia harus kembali menjadi kekuatan besar di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Reza.
