Samarinda, Natmed.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Kalimantan Timur (Kaltim). Sekolah dan posyandu tetap menerima distribusi MBG, namun jenis menu disesuaikan menjadi paket kudapan kering untuk menjaga keamanan pangan selama masa puasa.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bhayangkari Samarinda Reynaldy Poppy Latief mengatakan penyesuaian menu dilakukan dengan mengacu pada pelaksanaan MBG saat Ramadan sebelumnya.
“Kalau mengacu pengalaman tahun lalu, menunya dalam bentuk kemasan kering, seperti takjil. Jadi bukan makanan basah,” ujarnya saat ditemui di Dapur SPPG Bhayangkari Samarinda Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, paket kudapan kering dipilih karena lebih aman, memiliki daya tahan lebih lama, serta dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Langkah ini juga untuk menghindari risiko makanan cepat basi selama proses distribusi.
Distribusi MBG selama Ramadan, lanjut Poppy, tetap dilakukan seperti hari biasa. Untuk sekolah, paket MBG diantar langsung ke masing-masing satuan pendidikan. Sementara untuk posyandu, pendistribusian dilakukan di titik kumpul yang telah ditentukan.
“Distribusinya tetap kami antar ke sekolah-sekolah. Untuk posyandu juga sama, dibagikan di titik kumpul. Waktunya pun tetap seperti biasanya,” jelasnya.
Meski menu disesuaikan, MBG tetap menyasar penerima manfaat yang sama. Namun, Poppy menegaskan perlu adanya pendataan ulang bagi penerima yang tidak menjalankan ibadah puasa, seperti siswa nonmuslim, ibu hamil, atau warga yang mendapat keringanan medis.
“Kecuali bagi penerima manfaat yang tidak berpuasa, itu harus ada pendataan lagi dari sekolah agar distribusinya tepat sasaran,” katanya.
Sebelumnya, Pendamping Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim Sirajul Amin menegaskan bahwa penyesuaian menu MBG selama Ramadan merupakan kebijakan nasional.
“MBG saat Ramadan disajikan dalam bentuk paket kudapan bergizi dengan masa simpan sekitar 10 hingga 12 jam, sehingga aman dikonsumsi saat berbuka puasa,” katanya.
Penyesuaian menu tersebut diterapkan di seluruh SPPG yang aktif di Kaltim, yang saat ini berjumlah 161 unit. Operasional MBG tetap mengacu pada kalender pendidikan serta jadwal libur nasional dan cuti bersama. Program MBG tidak beroperasi pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.
Dengan skema tersebut, pemerintah memastikan layanan pemenuhan gizi bagi anak sekolah, balita dan kelompok rentan tetap berjalan selama Ramadan tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan.
