Pendidikan

SDN 006 Sungai Kunjang Gelar Santunan dan Buka Bersama di Akhir Pesantren Ramadan

Teks: Kebersamaan Siswa Dan Guru SDN 006 Sungai Kunjang Dalam Momen Buka Puasa Bersama Penutup Pesantren Ramadan 1447 H, Sabtu 28/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – SDN 006 Sungai Kunjang Samarinda menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan santunan bagi siswa tidak mampu dan buka puasa bersama, Sabtu 28 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi puncak dari agenda keagamaan yang berlangsung selama lima hari dan dilaksanakan sesuai edaran Dinas Pendidikan.

Teks: Kepala SDN 006 Sungai Kunjang Rini Huzaimah Saat Wawancara Disela Kegiatan Penutupan Pesantren Ramadan, Sabtu 28/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Kepala SDN 006 Sungai Kunjang Rini Huzaimah menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan dilaksanakan sejak 23 hingga 27 Februari 2026 dan ditutup dengan kegiatan sosial serta buka bersama.

“Sesuai edaran Dinas Pendidikan, kegiatan dimulai tanggal 23 sampai 27 Februari dan hari ini kami tutup dengan Pesantren Ramadan sekaligus buka bersama. Pada penutupan ini kami juga memberikan santunan kepada 20 siswa yang tidak mampu,” ujar Rini di sela kegiatan.

Ia menyebutkan, selain pesantren Ramadan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan tadarus Al-Qur’an dan tausiah. Setelah penutupan kegiatan, proses pembelajaran di sekolah akan kembali berjalan normal sesuai kalender akademik.

“Setelah ini anak-anak kembali belajar seperti biasa. Libur Ramadan mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan, dan kegiatan ini memang rutin kami laksanakan setiap tahun,” katanya.

Menurut Rini, tujuan utama Pesantren Ramadan adalah membentuk karakter religius siswa sejak dini, tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga praktik ibadah.

“Di Pesantren Ramadan ini anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik salat. Untuk kelas bawah difokuskan salat Dhuha, sedangkan kelas atas sudah dibiasakan salat berjemaah,” jelasnya.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh siswa selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, ibadah yang dipelajari di sekolah bisa dipraktikkan di rumah, sehingga anak-anak melaksanakan salat lima waktu dengan kesadaran sendiri, bukan karena disuruh,” tambahnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6 secara bergantian. Kelas 1, 2, dan 3 mengikuti kegiatan pada awal pekan, sementara kelas 4, 5, dan 6 pada pertengahan hingga akhir pekan. Penutupan berupa buka bersama tahun ini difokuskan untuk siswa kelas 6 karena keterbatasan tempat.

Teks: Wali Kelas 5C SDN 006 Sungai Kunjang Farida Anggriani Usai Mendampingi Siswa Dalam Kegiatan Pesantren Ramadan, Sabtu 28/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Wali kelas 5C, Farida Anggriani yang akrab disapa Dea, menilai antusiasme siswa selama Pesantren Ramadan sangat tinggi.

“Antusias anak-anak luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dengan semangat, mulai dari salat, pembelajaran akhlak, hingga adab sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, materi Pesantren Ramadan difokuskan pada pembentukan karakter.

“Yang diajarkan itu tentang salat, akhlak, dan adab. Semua sudah terjadwal rapi dan disampaikan bergantian oleh guru agama,” katanya.

Dea juga menilai kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi bagi seluruh siswa lintas jenjang.

“Yang paling berkesan itu momen kebersamaannya. Anak-anak dari kelas 1 sampai kelas 6 bisa berkumpul, tidak hanya bertemu di kelas masing-masing,” ungkapnya.

Terkait santunan, ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan ke depan santunan ini bisa terus ada dan bahkan lebih banyak, karena di sekolah ini juga terdapat anak yatim dan yatim piatu yang membutuhkan perhatian,” ucapnya.

Pesantren Ramadan SDN 006 Sungai Kunjang tahun ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Sekolah berharap kegiatan keagamaan tersebut mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak baik, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya di Samarinda.

Related posts

105 Peserta Ramaikan Lomba Mewarnai Tema Masjid Mekkah

Sahal

Sambut Era IKN, SMA Negeri 14 Samarinda Luncurkan Ekskul Jurnalistik

ericka

Pendidikan Gratis di Kaltim Butuh Regulasi dan Implementasi Tepat

Aras Febri