Ekonomi

Sampah Samarinda 500 Ton Per Hari, Perlu Penataan Serius dari Hulu hingga Hilir

Teks: Plt Kadis DLH Kota Samarinda, Suwarso Saat Memerikan Sambutan (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di Kota Samarinda terus dilakukan secara bertahap, baik dari sisi hulu maupun hilir, meski diakui masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Di sisi hilir, Suwarso menjelaskan bahwa pemerintah kota tengah melakukan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan menyusul sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penataan tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dari sistem open dumping menuju pengelolaan yang lebih saniter.

Sementara di sisi hulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong pemilahan sampah melalui pembentukan bank sampah. Saat ini, sekitar 98 bank sampah telah memiliki surat keputusan (SK), sementara sekitar 90 lainnya telah terbentuk dan masih dalam proses legalisasi.

“Penambahan bank sampah terus berjalan. Hari ini juga dilakukan peluncuran bank sampah bernilai di wilayah Wiratama,” ujar Suwarso, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurut Suwarso, apabila pemilahan dan pemanfaatan sampah di hulu berjalan optimal, maka volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap jam buang sampah, yakni pada malam hari, untuk mempermudah proses pengangkutan.

“Jika pemilahan di hulu berjalan optimal, volume sampah ke TPA bisa ditekan. Kepatuhan warga terhadap jam buang sampah malam hari juga sangat membantu pengangkutan,” tambahnya.

Selain itu, Kota Samarinda saat ini memiliki 10 unit insinerator. Setiap unit mampu memusnahkan sekitar 10 ton sampah per hari, sehingga total kapasitas mencapai 100 ton per hari. Meski demikian, Suwarso menegaskan bahwa tidak semua sampah dibakar, melainkan hanya sampah residu yang telah melalui proses pemilahan terlebih dahulu.

“Yang bernilai dimanfaatkan atau dijual, sisanya baru dibakar,” katanya.

Ia menyebutkan, produksi sampah harian di Samarinda mencapai sekitar 500 ton per hari. Karena itu, dukungan seluruh pihak, termasuk komunitas bank sampah dan kampung sampah bernilai, sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban TPA dan mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Masih ada 80% sampah per hari yang belum terakomodir,” pungkasnya.

Related posts

Beras, Cabai dan Daging Ayam Jadi Komoditas Rawan Inflasi di Kaltim

Aminah

Harga Tomat di Pasar Cukir Melambung

Phandu

Hadapi Aturan Wajib Halal 2026, Kaltim Bangun Ekosistem Syariah Lewat Penguatan SJPH

Aminah

Leave a Comment