Samarinda

Ruas Jalan Padat di Samarinda Mulai Diperbaiki, Ini Titik Pekerjaannya

Teks: Survei Awal Penanganan Jalan di Jalan RE Martadinata (Dok/Natmed.id)

Samarinda, Natmed.id – Kondisi sejumlah ruas jalan utama di Samarinda yang kerap padat kendaraan dan mengalami penurunan kualitas permukaan mulai ditangani melalui program penanganan preventif jalan dan pemeliharaan berkala jembatan pada 2026.

Ruas-ruas yang masuk dalam paket pekerjaan ini diketahui merupakan jalur vital perkotaan dengan intensitas lalu lintas tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kerusakan ringan hingga ketidakrataan permukaan jalan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan jika tidak ditangani lebih awal.

Pekerjaan tersebut meliputi pemeliharaan preventif jalan sepanjang 1,78 kilometer dan pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 9,30 meter, yang tersebar di Jalan RE Martadinata, Jalan Juanda, serta Jalan PM Noor, termasuk jembatan di kawasan tersebut. Nilai paket pekerjaan mencapai sekitar Rp6,5 miliar dengan sumber pendanaan dari APBN.

Pelaksana pekerjaan CV Pesona Merah Merapi menyebutkan saat ini pekerjaan masih berada pada tahap survei dan pengukuran lapangan untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan prioritas, terutama pada bagian jalan yang sering dilalui kendaraan berat.

“Survei ini penting supaya penanganan tepat sasaran, bukan sekadar tambal sulam,” jelas Direktur CV Pesona Merah Merapi Muhammad Alsya Rifansyah pada Kamis 19 Februari 2026.

Untuk mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas harian, pekerjaan jalan direncanakan lebih banyak dilakukan pada malam hari saat volume kendaraan menurun.

“Kalau dikerjakan siang hari, dampaknya ke kemacetan cukup besar. Karena itu sebagian besar pekerjaan jalan akan dilakukan malam hari,” katanya.

Selain kepadatan lalu lintas, kondisi cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi pekerjaan. Hujan yang kerap terjadi di Samarinda dapat berdampak pada kualitas pekerjaan jalan, sehingga perlu pengaturan waktu kerja yang fleksibel.

“Cuaca memang tantangan, tapi dengan masa kerja 339 hari kami masih punya ruang untuk mengatur ritme pekerjaan,” ujarnya.

Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Pemerintah dan pelaksana berharap, penanganan preventif ini dapat menjaga kondisi jalan tetap layak, memperlancar arus lalu lintas, serta mengurangi potensi kemacetan dan kerusakan yang lebih parah di ruas-ruas padat Kota Samarinda.

Dengan dimulainya perbaikan ini, masyarakat diimbau untuk mewaspadai aktivitas pekerjaan di sejumlah titik dan menyesuaikan waktu perjalanan, terutama pada malam hari, hingga seluruh proses perbaikan rampung.

Related posts

Merayakan Lebaran di Tengah Banjir dan Corona

natmed

Setahun Kinerja Bebaya Mart Segera Dievaluasi

Sukri

MSI Grup Berangkatkan Tim Wartawan dalam Perjalanan Wisata Religi ke Pulau Jawa

Aminah

Leave a Comment