Kalimantan Timur

Rp196 Miliar Digelontorkan, Perbaikan Jalan Simpang Blusuh–Sendawar Selesai 2026

Teks: Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji Saat Memberikan Keterangan Pers,Rabu,18/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pembangunan ruas jalan Simpang Blusuh menuju Sendawar terus dikebut dengan alokasi anggaran mencapai Rp196 miliar, target penyelesaian pada akhir 2026.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya memuluskan konektivitas di wilayah barat Kalimantan Timur (Kaltim) yang selama ini masih menghadapi kendala akses jalan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan progres pembangunan ruas tersebut saat ini tengah berjalan dan menjadi salah satu fokus penanganan infrastruktur di jalur Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat.

“Dari Simpang Blusuh sampai ke Sendawar itu anggarannya Rp196 miliar, dan sekarang juga sedang dikerjakan. Artinya nanti akhir 2026 sudah selesai semua,” ujarnya saat wawancara rangkaian Safari Ramadan, Rabu 18 Maret 2026.

Peninjauan dilakukan melalui perjalanan darat dari Tenggarong menuju Melak, sekaligus melihat kondisi sejumlah ruas jalan yang masih dalam tahap pembangunan maupun perbaikan.

“Yang pertama kita bergerak dari Tenggarong ke Melak, di situ kita sekalian melihat kondisi infrastruktur jalan, termasuk dari perbatasan Kukar sampai ke Simpang Blusuh yang sekarang sudah dikerjakan,” jelasnya.

Selain ruas Simpang Blusuh–Sendawar, pekerjaan juga menyasar segmen lain yang menghubungkan Kutai Kartanegara dengan Kutai Barat. Untuk tahap selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan hingga ke perbatasan wilayah.

“Untuk Simpang Blusuh ke perbatasan Kutai Kartanegara itu direncanakan dikerjakan pada 2027,” katanya.

Sambil menunggu pembangunan lanjutan, penanganan sementara tetap dilakukan di titik-titik kerusakan jalan agar tetap bisa dilalui masyarakat.

“Yang berlubang kita antisipasi dulu dengan agregat supaya masyarakat lebih nyaman saat berkendara,” ungkapnya.

Di sisi lain, pembangunan juga dilakukan pada ruas Tering menuju Ujoh Bilang di Mahakam Ulu dengan total panjang sekitar 136 kilometer. Hingga saat ini, sebagian besar ruas tersebut telah masuk tahap pengerjaan.

“Dari 136 kilometer itu, sekarang sudah kita kerjakan sekitar 80 sampai hampir 90 kilometer. Masih ada sekitar 40 kilometer yang tersisa,” jelasnya.

Untuk tahun ini, sekitar 27 kilometer akan ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dengan target penyelesaian pada akhir 2026, sementara sisa sekitar 13 kilometer direncanakan dilanjutkan pada 2027.

Ia menambahkan, konstruksi jalan yang dibangun akan mengombinasikan aspal dan beton (rigid), sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan, terutama di wilayah dengan kondisi medan berat.

“Sepanjang ruas itu nanti akan bervariasi antara aspal dan rigid beton supaya bisa dilalui dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, untuk jalur menuju Bontang, kondisi jalan disebut sudah jauh lebih baik dan dapat dilalui tanpa kendala berarti.

“Kalau ke Bontang itu sudah selesai semua, dari Muara Badak, Marangkayu sampai Bontang kurang lebih 80 kilometer sudah beres,” pungkasnya.

Related posts

Pantai Sultan Pinus Sanipah, Permata Tersembunyi di Kukar

Irawati

Samarinda akan Terapkan Smart Card untuk Hindari Antrean Panjang Truk Solar

Febiana

Kunjungi Lanud Suryadarma, Chappy Hakim Sumbangkan Buku Kedirgantaraan

Aminah