Samarinda, Natmed.id – Di tengah padatnya agenda pembangunan dan pemerintahan di Kota Tepian, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menunjukkan sisi humanisnya dengan meluangkan waktu menghadiri agenda keluarga besar almarhum H. Sarapping Beddu.
Kehadiran Andi Harun pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, menjadi momen spesial yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat dalam satu meja di bulan suci Ramadan.
Acara yang berlangsung bertepatan dengan malam ke-10 Ramadan ini bukan sekadar pertemuan formal. Agenda ini merupakan rangkaian ibadah tahlilan dan doa bersama untuk mengenang Alm. H. Sarapping Beddu bin Beddu serta Alm. Syahrul Sarapping bin H. Sarapping Beddu.
Bagi Andi Harun, kehadiran ini adalah bentuk pemenuhan janji atas undangan personal yang telah disampaikan pihak keluarga sejak jauh hari.
Suasana di lokasi acara tampak begitu khidmat dan penuh kekeluargaan. Tak hanya wali kota, deretan kursi tamu kehormatan juga diisi oleh tokoh-tokoh penting di Kalimantan Timur.
Tampak hadir Pangdam VI/Mulawarman dan Danrem 091/ASN, yang duduk berdampingan dengan tokoh masyarakat senior seperti H. Mangkana.
Kehadiran para petinggi militer dan tokoh masyarakat ini menunjukkan betapa besarnya rasa hormat terhadap rekam jejak keluarga almarhum.
Pertemuan ini sekaligus menjadi simbol keharmonisan dan kuatnya jalinan silaturahmi antar-elemen dan pemimpin di Samarinda, yang sering kali menjadi kunci stabilitas sosial di daerah.
Dalam sesi wawancara setelah prosesi doa, Andi Harun menyampaikan pesan yang cukup filosofis. Alih-alih berbicara mengenai program kerja, beliau justru mengajak para hadirin untuk melakukan kontemplasi mengenai hakikat keberadaan manusia.
“Pelajaran paling berharga dari peringatan haul seperti ini adalah pengingat bagi kita yang masih hidup untuk senantiasa menjalankan keseharian agar bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi orang banyak,” tutur Andi Harun pada Sabtu malam 28 Februari 2026.
Ia juga memanjatkan doa agar kedua almarhum mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT, diberikan kelapangan kubur, dan kelak dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di Surga-Nya.
Bagi Andi Harun, momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kedekatan dengan warga dan tokoh-tokoh yang telah berkontribusi bagi daerah.
Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama, di mana perbincangan hangat mengalir menandakan kedekatan emosional yang erat antara pemimpin dan rakyatnya.
Pesan yang dibawa wali kota malam itu menjadi pengingat bagi setiap individu yang hadir bahwa warisan sejati seseorang bukanlah harta atau jabatan, melainkan amal jariyah dan kebaikan yang dirasakan oleh sesama manusia.
