Samarinda, Natmed.id – Sebanyak 92 karya siswa kelas X SMAN 16 Samarinda dipamerkan kepada publik sekolah sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKW). Pameran ini berlangsung pada 15–18 Desember di Gedung C SMAN 16 Samarinda dan menampilkan berbagai produk buatan siswa, mulai dari payung, sarung bantal, hingga busana.

Karya-karya tersebut merupakan hasil praktik pembelajaran siswa kelas X-1 hingga X-7 yang dibimbing oleh guru PKW, yakni Muthmainnah, Besse Halmia Wati, dan Asmawati Alang . Melalui pameran ini, siswa tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga belajar menampilkan dan mempertanggungjawabkan hasil karyanya.
Guru pembimbing PKW Muthmainnah mengatakan proses pembelajaran dimulai dari tahap perencanaan hingga produksi karya. Siswa dilatih menyusun desain awal sebelum merealisasikannya menjadi produk yang siap dipamerkan.
“Siswa di proses awal mampu mendesain, dari desain awal hingga terjadinya karya-karya seperti yang dipamerkan,” ujar Muthmainnah.
Ia menambahkan, pameran menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena mendorong siswa untuk menghargai proses, meningkatkan rasa percaya diri, serta memahami kualitas produk yang dihasilkan.
Kepala SMAN 16 Samarinda Dr Abdul Rozak Fahrudin menyebut pameran karya siswa memiliki fungsi strategis dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter kreatif dan mandiri. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya diperkenalkan kepada publik.
“Pameran di sekolah berfungsi sebagai sarana yang strategis untuk memupuk, membina, dan mengembangkan kemampuan siswa dalam melakukan apresiasi terhadap karya,” kata Abdul Rozak.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal awal bagi siswa untuk mengenal dunia kewirausahaan sejak dini. Dengan terlibat langsung dalam proses produksi hingga pameran, siswa diharapkan memahami alur kerja usaha secara sederhana.
“Harapannya kegiatan ini menjadi jembatan untuk berwirausaha ke depan, agar siswa tahu bagaimana proses membuat hingga memasarkan atau memamerkan produk,” ujarnya.
Pameran karya PKW ini juga menjadi sarana interaksi antar siswa dan warga sekolah dalam mengapresiasi hasil pembelajaran berbasis praktik. Abdul Rozak menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasional dan kewirausahaan di lingkungan sekolah.
