Pendidikan

Program Tahfiz Meningkat, Lebih dari 60 Persen Siswa SMA IT Granada Capai Hafalan 3 Juz

Teks: Kepala Sekolah SMA IT Granada Samarinda Abdul Wahab Syahrani Usai Pelaksanaan Wisuda Al-Qur’an Di Aula SD dan SMP Islam Terpadu Cordova, Samarinda, Rabu,11/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Program tahfiz SMA IT Granada Samarinda menunjukkan perkembangan signifikan. Lebih dari 60 persen siswa kelas XII yang akan lulus pada tahun 2026 berhasil mencapai target hafalan minimal tiga juz Al-Qur’an.

Capaian tersebut disampaikan Kepala SMA IT Granada Samarinda Abdul Wahab Syahrani usai pelaksanaan Wisuda Al-Qur’an yang digelar di Aula SD dan SMP Islam Terpadu Cordova, Samarinda, Rabu 11 Maret 2026.

Peningkatan capaian hafalan siswa menjadi salah satu indikator berkembangnya program tahfiz yang selama ini dijalankan sekolah.

“Kalau kita hitung, capaian yang tiga juz ke atas itu sudah di atas 60 persen. Ini yang membuat kami cukup bangga dengan perkembangan hafalan anak-anak,” ujarnya.

Jumlah siswa kelas XII yang mengikuti wisuda Al-Qur’an tahun ini sebanyak 111 orang. Seluruh siswa tersebut merupakan peserta didik yang akan menyelesaikan pendidikan di SMA IT Granada pada tahun ini.

Peningkatan jumlah siswa yang mencapai target hafalan juga menjadi alasan sekolah memisahkan wisuda Al-Qur’an dari acara perpisahan atau kelulusan yang biasanya digelar setiap tahun.

“Biasanya kegiatan wisuda Qur’an kita gabungkan dengan acara perpisahan. Tetapi karena yang mencapai target cukup banyak, tidak bisa lagi kita akomodasi dalam satu kegiatan sehingga kita buatkan wisuda tersendiri,” katanya.

Program tahfiz Al-Qur’an telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah sehingga siswa mendapatkan jadwal khusus untuk menghafal setiap pekan.

“Program hafalan Al-Qur’an ini sudah masuk dalam kurikulum. Jadi ada jam-jam tahfiz yang secara rutin mereka jalani setiap minggu,” jelasnya.

Selain program reguler, sekolah juga menyediakan kelas khusus bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan lebih dalam menghafal Al-Qur’an melalui program takhassus.

Program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk lebih fokus memperdalam hafalan dengan pendampingan yang lebih intensif.

“Kita juga punya program takhassus Al-Qur’an untuk anak-anak yang memang memiliki minat kuat dalam menghafal. Dari situ ada yang mampu mencapai hafalan hingga 10 juz,” ujarnya.

Meski demikian, pihak sekolah menekankan bahwa capaian hafalan yang diraih siswa tidak boleh berhenti pada momen wisuda semata. Tantangan terbesar justru dimulai ketika para siswa telah lulus dan memasuki kehidupan di masyarakat.

“Yang paling penting setelah ini adalah bagaimana mereka tetap menjaga hafalan Qur’an mereka dan menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menilai keberhasilan program tahfiz tidak hanya diukur dari jumlah juz yang dihafal, tetapi juga dari kemampuan siswa menjaga konsistensi dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Setelah keluar dari sekolah mereka akan berhadapan dengan kehidupan yang lebih luas. Di situlah akan terlihat apakah mereka tetap istiqamah bersama Al-Qur’an atau tidak,” ujarnya.

SMA IT Granada Samarinda telah beroperasi selama sekitar 11 tahun sejak berdiri pada 2016 dan memiliki sekitar 350 siswa.

Selain program tahfiz Al-Qur’an, sekolah tersebut juga mengembangkan sejumlah program unggulan lain seperti penguatan bahasa Inggris berbasis kurikulum Cambridge, program Arabic Camp, serta berbagai kegiatan luar kelas untuk memperluas wawasan siswa.

“Harapan kami anak-anak tidak hanya kuat dalam nilai keislaman, tetapi juga memiliki wawasan global sehingga siap melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Disdikdaya Probolinggo Percepat Digitalisasi SMP Lewat Bimtek IFP di Tongas

Sahal

Pendidikan Gratis di Kaltim Butuh Regulasi dan Implementasi Tepat

Aras Febri

Disdikbud Bontang Siap PTM Juli Mendatang

Aditya Lesmana