Kalimantan Timur

Program Internet Gratis Desa Kaltim 2026 Masih Abu-abu

Teks: Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Program internet gratis desa yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menghadapi ketidakpastian pada tahun 2026. Meski jaringan telah terpasang di ratusan desa pada 2025 dan dinilai sebagai capaian signifikan, kelanjutan program ini masih tergantung pada kepastian anggaran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, internet gratis belum bisa dilanjutkan karena belum masuk dalam penganggaran resmi.

“Untuk 2026 ini kita memang belum mulai. Tahun 2025 kemarin kita sudah berhasil menjangkau sekitar 803 sampai 805 desa, artinya lebih dari 95 persen desa di Kaltim sudah terlayani internet,” ujar Faisal saat ditemui di Samarinda, Minggu, 1 Februari 2026.

Faisal menilai capaian tersebut sebagai prestasi besar, mengingat program dikerjakan dalam waktu relatif singkat, sejak Mei hingga Desember 2025. Namun, ia mengakui bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada anggaran.

“Kita tentu tidak bisa jalan kalau anggarannya tidak ada. Itu berbahaya juga. Dalam waktu dekat, Februari ini, kita akan rapat koordinasi, termasuk dengan Kementerian Kominfo, untuk mencari langkah selanjutnya,” jelasnya.

Tantangan program tidak hanya soal anggaran. Di daerah terpencil seperti Mahakam Ulu, jaringan sebenarnya sudah terpasang, tetapi keterbatasan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi kendala operasional.

Beberapa desa mengandalkan genset atau tenaga surya untuk menghidupkan jaringan internet. Sementara wilayah lain seperti Kutai Barat, Kutai Timur dan Berau masih mengandalkan satelit karena fiber optik belum menjangkau seluruh desa.

Faisal menambahkan, wacana efisiensi anggaran pada 2026 bisa memengaruhi cakupan layanan. “Masih mungkin ada penyesuaian, termasuk paket internet gratis di desa-desa perkotaan. Itu belum diputuskan,” ujarnya.

Diskominfo juga tengah bernegosiasi dengan para provider untuk mencari skema pembiayaan alternatif, misalnya sebagian dari anggaran murni dan sebagian dari perubahan anggaran.

Meski menghadapi tantangan tersebut, masyarakat desa menyambut positif program internet gratis. Faisal menegaskan komitmennya agar program tidak berhenti di tengah jalan.

“Apa yang sudah dirintis dengan susah payah ini sayang kalau harus berhenti. Banyak jalan menuju Roma. Tidak ada rotan, akar pun jadi,” pungkasnya.

Program internet gratis desa Kaltim menjadi bagian dari upaya Pemprov memperluas akses informasi dan layanan digital hingga ke wilayah terpencil, sekaligus mendorong pemerataan akses teknologi di seluruh Benua Etam. Namun, keberlanjutan program tetap membutuhkan perhatian serius terhadap anggaran, infrastruktur dan koordinasi lintas sektor.

Related posts

Sambut MTQN 2024, Stadion Gelora Kadrie Oening Dipoles Habis-Habisan

Aminah

Dinas PUPR Kaltim Pastikan Pembangunan RS Korpri Terapkan Delta Q

Aminah

Berkunjung ke Samarinda, Gibran Disambut Hujan

Alfi

Leave a Comment