Samarinda, Natmed.id — Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi menilai Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) merupakan kebijakan yang baik, namun perlu terus disempurnakan agar tidak bergeser dari tujuan awal sebagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurut Iswandi, keberhasilan Probebaya tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari sejauh mana program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan warga di tingkat Rukun Tetangga (RT).
“Programnya bagus, tapi harus terus diawasi dan disempurnakan. Jangan sampai niat awalnya pemberdayaan, tapi yang terjadi justru pembelanjaan,” ujarnya Minggu 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan tiap RT tidak bisa disamaratakan. Di wilayah pinggiran kota, kebutuhan infrastruktur masih cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 70 persen. Sementara di kawasan tengah kota, kebutuhan justru lebih banyak pada pemberdayaan masyarakat.
“Kalau di tengah kota, mau bangun apa lagi? Jangan sampai hanya nyemen-nyemen kecil tapi tidak berdampak. Di situ pentingnya pemetaan kebutuhan,” katanya.
Iswandi menekankan bahwa ke depan, pengawasan program harus diperkuat agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kota, DPRD, hingga masyarakat.
“Kalau semua stakeholder berkolaborasi, kota ini bisa lebih cepat maju. Tapi kuncinya tetap di pengawasan dan evaluasi,” ujarnya.
Terkait keberlanjutan Probebaya pada periode pemerintahan berikutnya, Iswandi menyebut program serupa tetap bisa dilanjutkan meski dengan nama berbeda, sepanjang substansinya tetap berpihak pada masyarakat.
“Siapa pun pemimpinnya nanti, program yang baik pasti diteruskan. Tapi tetap harus disesuaikan dan diperbaiki,” pungkasnya.
