National Media Nusantara
Nasional

Prabowo Targetkan Swasembada Energi dalam 5 Tahun: Kita Tidak Boleh Impor Lagi!

Teks: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

Balikpapan, Natmed.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia mencapai kemandirian energi dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan Presiden saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin 12 Januari 2026.

Teks: Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa kedaulatan sebuah negara merdeka berdiri di atas dua pilar utama yaitu pangan dan energi.

Menurutnya, bergantung pada pasokan energi dari luar negeri adalah hal yang tidak masuk akal bagi bangsa yang memiliki kekayaan alam melimpah.

“Negara merdeka harus bisa menghasilkan energinya sendiri. Kita diberi karunia luar biasa, cadangan batu bara kita salah satu yang terbesar, kita punya geotermal terbesar, hingga kemampuan menghasilkan solar dari kelapa sawit,” ujarnya.

Presiden menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan langkah bersejarah setelah 32 tahun untuk meningkatkan kapasitas pengolahan migas dalam negeri.

Tak hanya migas konvensional, pemerintah juga tengah memacu proyek hilirisasi yang lebih luas, termasuk pengolahan batu bara menjadi gas (DME) guna menekan impor LPG.

Presiden juga mengungkapkan rencana strategis jangka pendek untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menambah pasokan listrik nasional melalui teknologi terbarukan.

“Tahun ini kita akan mulai 34 proyek waste to energy. Sampah kita ubah menjadi listrik. Ini penting karena sampah di kota-kota sudah menumpuk dan bisa menjadi bencana jika tidak segera kita tangani,” tambahnya.

Meski persaingan global semakin ketat, Presiden optimistis bahwa dengan manajemen yang bersih dan kerja keras, target industrialisasi dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dapat dipercepat.

Ia berkaca pada keberhasilan swasembada beras yang mampu dicapai hanya dalam waktu satu tahun dari target awal empat tahun.

“Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri atau merasa tidak mampu bersaing. Di setiap bidang, kita harus menjadi bangsa yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden meminta Kementerian ESDM dan Pertamina untuk terus memperluas eksplorasi dan mempermudah regulasi investasi tanpa adanya praktik pungutan liar di awal, guna menjaga kepercayaan rakyat dan investor.

Related posts

Sepak Terjang Firli Bahuri Memenangkan Kembali Demokrasi, Kemanusiaan dan Keadilan

natmed

Probolinggo Gaungkan Budaya Inovasi Lewat Penghargaan Inovator Daerah 2025

Sahal

Jalur Batam Singapura Dibuka 26 Oktober Tahun ini

natmed

You cannot copy content of this page