Pasuruan, Natmed.id – Wisata petik buah alpukat mulai berkembang di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, seiring meningkatnya produksi alpukat saat musim panen. Potensi ini dimanfaatkan petani dan pemerintah desa sebagai agenda wisata berbasis pertanian.
Sentra alpukat Purwodadi tersebar di tiga desa, yakni Pucangsari, Tambaksari dan Gajahrejo. Ketiga desa tersebut dikenal sebagai penghasil utama alpukat lokal dan varietas impor dengan luas kebun mencapai ratusan hektare.
Salah satu petani alpukat Desa Pucangsari Budi Rahman mengelola sekitar 250 pohon alpukat yang saat ini mulai berbuah lebat. Sebagian besar pohon yang ditanam merupakan varietas impor, seperti miki, kuba, markus, hawai, aligator, dan alpukat mentega.
“Kalau alpukat lokal hanya sekitar 25 persen atau 35 pohon. Sisanya varietas impor,” kata Budi saat ditemui di kebunnya, Selasa Febuari 2026.
Budi menjelaskan, dalam satu pohon alpukat dapat dihasilkan panen antara 2 hingga 5 kuintal buah. Hasil tersebut diperoleh melalui perawatan intensif, mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama.
“Dengan perawatan yang konsisten dan teknik budidaya yang benar, tanaman alpukat bisa mulai berbuah usia 3 sampai 4 tahun, meski rata-rata lima tahun sudah berbuah semua,” ujarnya.
Menurut Budi, saat ini kondisi panen masih tergolong panen apit sehingga harga alpukat relatif tinggi. Alpukat lokal dijual dengan kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, sedangkan varietas impor mencapai Rp35 ribu per kilogram.
Permintaan alpukat Purwodadi tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga luar pulau.
“Peminatnya dari Malang, Batu, Sidoarjo, bahkan pengiriman ke Kalimantan Timur pernah mencapai 10 ton,” ungkap Budi.
Sementara itu, Camat Purwodadi Sugiharto menyebut potensi alpukat di tiga desa tersebut mendorong pengembangan wisata edukasi budidaya alpukat.
“Sudah ada tugu Kampung Alpukat sebagai penanda keseriusan pemerintah desa bersama petani, sekaligus mendukung program Gema Kating untuk pencegahan stunting melalui konsumsi alpukat,” jelasnya.
