Samarinda

Portal Jembatan Mahulu Dibuka, Kendaraan di Atas 8 Ton Tetap Dibatasi

Teks: Portal pembatas kendaraan di Jembatan Mahulu Samarinda (dok/MSI Group)

Samarinda, Natmed.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur membuka kembali portal pembatas kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pembukaan dilakukan setelah uji geometri pasca insiden tabrakan ketiga menunjukkan kondisi awal struktur jembatan masih berada dalam batas toleransi aman.

Keputusan tersebut diambil menyusul pemeriksaan visual yang dilakukan DPUPR-Pera usai tabrakan ketiga pada Minggu, 25 Januari 2026. Uji geometri difokuskan untuk memastikan perubahan posisi dan kestabilan elemen struktur utama jembatan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa hasil uji awal tidak menemukan indikasi pergeseran signifikan pada struktur jembatan.

“Waktu tabrakan ketiga itu, kami langsung melakukan uji geometri. Secara visual pilar masih tegak lurus dan masih dalam toleransi aman. Lantai expansion joint juga masih rata, tidak ada perubahan,” kata Muhran saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 31 Januari 2026.

Berdasarkan hasil tersebut, DPUPR-Pera memutuskan membuka kembali portal yang baru dipasang dua hari sebelumnya. Langkah ini ditempuh dengan mempertimbangkan fungsi strategis Jembatan Mahulu sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Samarinda.

“Siang ini rencana akan kami buka portal di Mahulu untuk kepentingan masyarakat bersama. Harapannya roda ekonomi tetap berjalan karena ini memang alur logistik,” ujarnya.

Meski portal dibuka, DPUPR-Pera tetap memberlakukan pembatasan tonase. Secara teknis, kendaraan dengan beban di atas 8 ton masih dinilai berisiko melintas di jembatan tersebut.

“Kami sebenarnya tidak merekomendasikan di atas 8 ton. Tapi melihat situasi dan kondisi, kami juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Jadi akan kami buka sambil tetap menjaga keamanan dan keselamatan jembatan,” jelas Muhran.

DPUPR-Pera menegaskan bahwa pembukaan portal bukan akhir dari rangkaian evaluasi. Pengujian lanjutan berupa uji dinamik dan non-destructive test (NDT) tetap akan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi struktur jembatan pasca tabrakan.

“Setelah dibuka, kami tetap akan melakukan uji dinamik dan uji NDT. Yang kemarin baru uji geometri secara visual, belum pengujian dinamik maupun NDT seperti sebelumnya,” katanya.

Saat ini, DPUPR-Pera masih menunggu kedatangan tim penguji yang sebelumnya melaksanakan pengujian di Ambon. Setelah tim tiba, pengujian lanjutan akan segera dijadwalkan.

“Mudah-mudahan timnya datang besok atau Senin. Saat pengujian nanti, kemungkinan jembatan akan ditutup sementara, kurang lebih sekitar empat jam,” ujar Muhran.

Ia memastikan Jembatan Mahulu dibuka untuk umum mulai Sabtu siang, dengan penutupan sementara hanya dilakukan saat proses pengujian lanjutan berlangsung.

“Mulai hari ini kita buka untuk umum. Nanti kalau ada pengujian, baru kita tutup, tapi hanya selama proses itu saja,” pungkasnya.

Related posts

IKA Unmul akan Salurkan Bantuan PT BBE untuk Warga Terdampak Covid-19

Febiana

Pandemi Covid-19, MSI Grup Tetap Bayar THR Wartawannya

Phandu

Syafruddin Dorong Himabgus Beri Manfaat Nyata Bagi Warga Buton di Samarinda

Alfi