Olahraga

Porprov Paser Digelar November 2026

Teks: Plt Kadispora Provinsi Kaltim Muhammad Faisal Saat Diwawancarai Awak Media Pada Sabtu,11/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menetapkan jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser.

Ajang olahraga multicabang terbesar di Benua Etam ini dipastikan akan berlangsung pada bulan November 2026 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Kaltim Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh Kadispora Kabupaten/Kota guna memastikan kesiapan tuan rumah dan partisipasi atlet.

Faisal menjelaskan bahwa pemilihan bulan November telah dipertimbangkan secara matang agar tidak berbenturan dengan agenda olahraga nasional lainnya, sekaligus menjadi batu loncatan menuju PON 2028.

“Insya Allah November, bahkan tanggalnya sudah keluar dari tanggal 16 sampai 24 November sudah kami putuskan kemarin di Paser bersama-sama Kadispora Kabupaten/Kota,” ungkap Faisal kepada awak media pada Sabtu, 11 April 2026.

Ia menambahkan bahwa tahun 2027 akan menjadi tahun yang sangat padat bagi para atlet, sehingga Porprov harus tuntas di akhir 2026.

“Hal ini mengingat persiapan kita menuju PON 2028. Karena 2027 itu banyak event, terutama Pra-PON (babak kualifikasi), kemudian ada Popda di Bontang, Popnas, hingga Kejuaraan Sukan Borneo,” jelasnya.

Menyadari kondisi keuangan daerah yang makin sulit, Faisal menekankan pentingnya efisiensi dalam penyelenggaraan tanpa mengurangi kualitas kompetisi.

“Kita menyepakati tetap diselenggarakan November 2026 dengan catatan menyesuaikan kondisi keuangan dengan cara efektif dan efisien. Kita juga sudah mengimbau kabupaten/kota untuk membuat skala prioritas menyesuaikan anggaran,” tegas Faisal.

Ia mengingatkan agar penyelenggaraan tidak dipaksakan secara berlebihan.

“Tentu saja tidak dipaksa dengan sebesar-besarnya, kita buat skala prioritas dengan suasana kondisi keuangan yang tidak baik-baik ini. Mudah-mudahan kita tetap bisa menghasilkan atlet yang baik,” ujarnya.

Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, terutama mengenai akomodasi atlet di Kabupaten Paser, Faisal menyebutkan akan ada strategi khusus untuk menyiasati keterbatasan fasilitas.

“Informasi terakhir dari Panitia Besar Paser, mereka bertanggung jawab. Diusahakan termasuk guest house dan rumah warga. Tapi acaranya disiasati, nanti akan panjang tapi terpecah-pecah, mungkin sampai akhir itu jadi tiga sif,” urainya mengenai manajemen kedatangan atlet.

Mengenai fasilitas pertandingan (venue), Faisal mengungkapkan bahwa mayoritas cabang olahraga akan tetap dilaksanakan di Paser, meski ada beberapa yang harus digeser ke daerah sekitar.

“Ada lima cabor yang sementara di luar Paser, ada squash, layar, dan lainnya. Tapi kita masih beri kesempatan kepada Paser. Kalau memang tidak (sanggup), kabupaten/kota lain siap membantu baik Samarinda, Balikpapan, Bontang, maupun PPU yang terdekat,” pungkasnya.

Rencananya, hasil kesepakatan di Paser ini akan segera dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut serta sinkronisasi anggaran tahun 2027.

Related posts

KORMI Kaltim Gerakkan Ribuan Warga Lewat Festival Olahraga di Sempaja

Aminah

Kembali Pimpin Askot Bontang, Andi Faiz: Kami Ingin Bontang Lebih Berprestasi

Phandu

FAJI Kaltim Targetkan Tiga Kejuaraan Arung Jeram Tiap Tahun

Aminah