Olahraga

Porprov Kaltim 2026 Dipastikan Tetap Jalan, Dispora Tunggu APBD Perubahan

Teks: Plt Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 tetap dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, meski anggaran kegiatan tersebut belum masuk dalam APBD murni. Ketidakpastian anggaran ini menimbulkan kekhawatiran soal kesiapan pembinaan atlet, logistik dan kualitas penyelenggaraan.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan pemerintah daerah masih mengandalkan mekanisme anggaran perubahan (APBD-P) agar Porprov bisa terlaksana sesuai jadwal.

“Memang di anggaran murni 2026 belum teranggarkan, tapi insyaallah akan masuk di anggaran perubahan,” ujar Faisal, Minggu 1 Februari 2026.

Ia menambahkan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah memberikan arahan agar alokasi anggaran dapat diprioritaskan begitu kondisi fiskal memungkinkan.

Porprov menjadi ajang penting pembinaan prestasi atlet Kaltim sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di NTB-NTT. Faisal menekankan, semakin panjang waktu persiapan, semakin besar peluang daerah untuk menorehkan prestasi.

“Target kami memang di akhir tahun 2026. Setelah Porprov, 2027 kami mulai pembentukan tim, training center, Pra-PON, lalu PON 2028. Kalau jaraknya panjang, waktunya cukup untuk membentuk tim yang solid,” jelas Faisal.

Namun, ketidakpastian anggaran tetap menjadi risiko utama. Besarnya dana yang dibutuhkan untuk logistik, akomodasi, transportasi atlet, sarana olahraga dan koordinasi antarcabang olahraga menuntut kepastian cepat dari pemerintah daerah. Tanpa alokasi yang jelas, sejumlah cabang olahraga berpotensi terganggu persiapannya.

Faisal menyebut, Dispora Kaltim terus memantau kondisi fiskal daerah dan akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi untuk memastikan anggaran Porprov bisa masuk dalam APBD-P.

“Mudah-mudahan semua rencana bisa terwujud. Tapi sampai sekarang kita masih menunggu keputusan final soal anggaran,” tambahnya.

Selain anggaran, tantangan lain adalah koordinasi lintas cabang olahraga dan kesiapan infrastruktur. Beberapa fasilitas olahraga di kabupaten/kota masih perlu pembenahan agar bisa digunakan untuk pelatihan dan kompetisi.

Faisal menegaskan Dispora akan mengupayakan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota agar semua persiapan berjalan lancar.

Kesiapan atlet juga menjadi sorotan. Para pelatih mengkhawatirkan waktu latihan yang terganggu jika anggaran terlambat dicairkan, terutama bagi cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus dan pembinaan intensif.

Dispora menjamin akan melakukan monitoring ketat agar program latihan tetap berjalan sesuai standar meski anggaran belum final.

Faisal menekankan, meski ada risiko, Dispora tetap optimistis. “Kami akan memaksimalkan waktu yang ada. Sinergi antara pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga dan atlet harus tetap dijaga agar semua persiapan terkontrol,” katanya.

Related posts

Slalom Mobil Ramaikan Festival Mahakam 2019, Hindari Balapan Liar

natmed

Timnas Indonesia Melangkah ke Semifinal Piala Asia U-23, Peran Shin Tae Yon Jadi Sorotan

Intan

PT Timah Bantu Rp 1,4 Miliar, 80 Atlet Babel Bisa Berangkat ke PON Papua

Febiana