Samarinda, Natmed.id — Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Timur Muhammad Faisal menyampaikan rencana prioritas pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga di Palaran sebagai fokus kerja tahun depan.
Hal ini disampaikannya di sela pembukaan kejuaraan tenis di Lapangan Tenis Gor Segiri, menanggapi kondisi kawasan olahraga yang dinilai memiliki potensi besar namun belum terkelola secara optimal, pada, Jumat 14 November 2025.
Faisal menegaskan, Palaran memiliki fasilitas yang baik, tetapi kurang terawat. Aktivitas masyarakat di kawasan Stadion Palaran mulai meningkat, terutama pada sore hari. Kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Memang perlu pembenahan. Strategi saya tahun depan ingin fokus ke Palaran. Sayang sekali fasilitas sebagus ini kurang terawat dengan baik. Masyarakat mulai ramai beraktivitas di sana, sudah saatnya kita berbenah,” tegas Faisal.
Selain pembenahan di Palaran, beberapa perbaikan di kawasan olahraga Sempaja juga tetap masuk dalam agenda. Namun, Faisal menegaskan Palaran akan menjadi pusat perhatian utama.
Lebih lanjut, Faisal menyoroti pentingnya fasilitas kolam renang di Palaran yang dinilai strategis untuk pembinaan atlet. Saat ini, Samarinda tidak memiliki kolam renang standar yang memadai untuk latihan intensif atlet renang. Kondisi tersebut memaksa para atlet menjalani latihan di Tenggarong atau Balikpapan.
“Faisal menegaskan bahwa kolam renang di Palaran perlu diaktifkan kembali karena Samarinda belum memiliki kolam standar. Menurutnya, fasilitas yang berada di Palaran sebenarnya baik, hanya belum terurus, sehingga pengoptimalannya bisa mencegah atlet harus berlatih di daerah lain,” jelasnya.
Faisal menjadwalkan peninjauan lapangan pada pekan depan untuk mengidentifikasi masalah teknis serta menentukan prioritas perbaikan.
“Nanti kami inventarisasi dulu apa masalahnya dan apa yang perlu diprioritaskan,” tambahnya.
Dengan semakin aktifnya masyarakat di kawasan Palaran dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Faisal optimistis kawasan tersebut dapat kembali menjadi pusat kegiatan olahraga yang representatif dan produktif bagi masyarakat maupun pembinaan atlet di Kalimantan Timur.
