Samarinda, Natmed.id – Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) resmi mengukuhkan Prof La Ode Hasiara sebagai Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar pada Selasa, 23 Desember 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting, mengingat perjalanan panjang dan hambatan regulasi yang sempat membayangi pendidikan vokasi di Indonesia.
Meski telah menyelesaikan gelar Doktor (S3) sejak tahun 2011, langkah Prof La Ode menuju kursi Guru Besar tidaklah mulus. Hingga tahun 2017, regulasi di Indonesia belum memungkinkan tenaga pengajar di lembaga pendidikan vokasi untuk mencapai jenjang jabatan fungsional tertinggi tersebut.
Perjuangan barunya dimulai pada tahun 2019 saat ia mengajukan usulan pertama. Namun, langkahnya sempat terhenti karena kekurangan syarat jurnal internasional dan hantaman pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang membatasi berbagai aktivitas akademik.
“Sebetulnya untuk mencapai Guru Besar itu melalui perjuangan yang cukup panjang. Karena kita sebagai lembaga pendidikan vokasi, akuntansi pada saat itu hanya mulai dari D3 sampai D4. Dan ternyata pada tahun 2017 ke bawah, itu belum diperbolehkan kita menjadi Guru Besar,” kisahnya.
Sebagai akademisi yang produktif menulis sejak masa sarjana muda, Ia mengaku menulis bukanlah beban baginya. Namun, ia jujur mengakui bahwa tantangan terbesar baginya adalah adaptasi terhadap teknologi dalam proses publikasi modern.
Syarat berat seperti kepemilikan hibah penelitian di atas Rp100 juta dari Kementerian Pendidikan Tinggi serta kewajiban publikasi di jurnal internasional bereputasi (Scopus) berhasil Ia lalui dengan ketekunan.
“Kalau hanya menulis bagi saya, itu sebetulnya tidak makan waktu lama. Tetapi, saya pribadi memiliki kesulitan terkait dengan teknologi,” ungkapnya.
Titik terang muncul pada awal tahun 2025. Setelah melalui proses penulisan yang intensif, Ia mengirimkan karya ilmiahnya ke sebuah jurnal internasional di Amerika Serikat pada bulan Februari.
Setelah melewati enam kali proses revisi yang ketat, jurnal tersebut akhirnya diterima pada 1 Juli 2025, yang kemudian memuluskan jalannya meraih gelar Profesor.
Kini, setelah pengukuhannya, Prof La Ode berharap perjalanannya dapat memotivasi dosen-dosen lain di lingkungan pendidikan vokasi untuk terus meneliti dan berkarya di kancah internasional.
