Samarinda, Natmed.id – Kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) Program S3 Manajemen Pendidikan (MP) Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2025–2030 dilantik pada Selasa, 25 November 2025 di Aula Perpustakaan Kota Samarinda.

Pelantikan ini menandai langkah awal para alumni untuk merumuskan kontribusi strategis bagi pengembangan pendidikan, khususnya di Kalimantan Timur.
Sebanyak 35 pengurus mewakili 80 alumni lulusan Program Doktor Manajemen Pendidikan dikukuhkan oleh Staf Ahli Wakil Rektor III Unmul Dr Nurdin. Organisasi ini kini dipimpin oleh Dr Agusriansyah Ridwan, politisi PKS yang juga anggota Komisi IV DPRD Kaltim. Ia didampingi dua wakil ketua, Dr Muslimin dan Dr Abdul Rozak Fahruddin.
Dalam sambutannya, Agusriansyah menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ia menilai momentum tersebut sebagai titik awal penguatan peran alumni dalam dunia pendidikan dan pembangunan daerah.
“Ini bukan acara formalitas. Walau sederhana, substansinya besar karena diisi oleh profesor, doktor dan calon doktor,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa alumni DMP Unmul memiliki rekam jejak strategis di berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan ekonomi hingga pemerintahan dan keamanan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih solid.
“Banyak di antara kita menjadi dekan, rektor, birokrat dan tokoh masyarakat. Artinya, kontribusi alumni sudah nyata. Tinggal bagaimana kita memperkuat sinerginya,” tegasnya.
Agusriansyah memaparkan visi organisasi yakni menjadi organisasi alumni unggul, profesional, dan berkontribusi strategis dalam pengembangan ilmu, kebijakan, dan praktik manajemen pendidikan di Indonesia, khususnya di Kaltim. Ia menegaskan bahwa Ika DMP Unmul bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi ruang strategis untuk memadukan kekuatan intelektual dan jejaring alumni.
“Kita bukan hanya ingin aktif, tetapi produktif. Ada karya yang harus lahir dari alumni untuk masyarakat,” katanya.
Ia juga menguraikan lima misi utama, mulai dari memperkuat jejaring akademik, berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan, hingga menjalin kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat.
“Pendidikan itu intinya karakter. Karena itu kontribusi alumni harus menyentuh seluruh aspek pembentukan karakter bangsa,” ujarnya.
Usai pelantikan, Agusriansyah menyampaikan langkah awal kepengurusan, yaitu menyelesaikan AD/ART, mengurus legalitas organisasi, dan melakukan komunikasi dengan pemangku pendidikan, termasuk pemerintah daerah.
“Kita segera bersilaturahmi dengan kampus dan pemangku kebijakan. Kolaborasi adalah kunci,” katanya.
Pelantikan ini dirangkai dengan Seminar Pendidikan Hari Guru Nasional bertema Tantangan Guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter, menghadirkan Prof Dr Hasbi Sjamsir sebagai narasumber utama.
Acara tersebut menjadi ruang refleksi akademik bagi para alumni dan peserta untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan di Kaltim.
