Samarinda

Perayaan Imlek 2577, Entaskan Kemiskinan dengan Keadilan

Teks: Kepala Kesbangpol Samarinda, Yosua Laden saat Berikan Sambutan Acara Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Gedung Nasional Kaltim, Sabtu, 21/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Mewakili Wali Kota Samarinda, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden hadir menyampaikan pidato hangat yang menekankan pentingnya sinergi antara nilai spiritual dan pembangunan sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam suasana yang penuh sukacita dan persaudaraan tersebut, Yosua Laden mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat atas nama Pemerintah Kota Samarinda kepada seluruh umat Khonghucu dan warga Tionghoa yang merayakan.

Fokus utama dalam sambutan kali ini tertuju pada tema besar perayaan Imlek tahun ini, “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” atau dalam bahasa Tionghoa disebut 益 均 无 贫 (Gǎi Jūn Wú Pín).

Yosua menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral yang sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.

Menurutnya, akar dari berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, seringkali bersumber dari ketidakadilan yang terjadi di berbagai lini kehidupan.

“Tema ini mengingatkan bahwa kunci mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan, terletak pada tegaknya keadilan dalam seluruh aspek kehidupan,” ujar Yosua Laden saat membacakan pesan Wali Kota, Sabtu, 21 Februari 2026

Ia memaparkan bahwa dalam ajaran Khonghucu maupun nilai luhur bangsa Indonesia, keadilan adalah fondasi paling dasar. Tanpa keadilan, pembangunan sehebat apa pun hanya akan melahirkan ketidakpercayaan dan perpecahan.

Sebaliknya, keadilan yang dijunjung tinggi akan membuka kesempatan yang layak bagi setiap warga untuk berkarya.

Lebih jauh, Yosua mengungkapkan rasa syukurnya atas potret toleransi yang terus terjaga di Kota Samarinda. Ia menilai, keberagaman di Kota Tepian adalah aset terbesar yang membuat kota ini tetap kokoh dan damai.

“Di Kota Samarinda, saya bersyukur karena suasana toleransi dan persaudaraan ini terasa nyata, rumah ibadah berdiri berdampingan, ormas lintas agama saling berkomunikasi dan bekerja sama, dan perayaan hari besar keagamaan dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas iman. Inilah wajah Samarinda yang ingin terus kita rawat,” tegasnya.

Visi Wali Kota Samarinda yang ingin menjadikan kota ini sebagai tempat yang aman, damai, dan terbuka bagi semua golongan ditegaskan kembali dalam momen perayaan tersebut.

Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang keyakinan menjadi bukti nyata bahwa nilai inklusivitas telah mendarah daging di tengah masyarakat Samarinda.

*Ajakan Berbenah dan Harapan Baru*

Menutup pidatonya, Yosua Laden mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Imlek sebagai waktu untuk introspeksi diri.

Ia mendorong agar nilai keadilan dipraktikkan mulai dari hal terkecil, seperti dalam lingkungan keluarga, hubungan antara atasan dan bawahan, hingga dalam aktivitas perdagangan yang jujur.

“Mari kita songsong tahun yang baru dengan semangat kebajikan, menegakkan keadilan, dan bersama-sama mewujudkan Kota Samarinda yang semakin maju, beradab, dan sejahtera bagi semua. Semoga Bapak‑Ibu sekalian senantiasa diberi kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan keluarga yang harmonis,” tutupnya.

Perayaan Imlek 2577 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga Samarinda untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.

Related posts

Tradisi Bubur Peca Masih Terjaga, Masjid Shiratal Mustaqiem Jadi Magnet Berbuka Warga

Aminah

Meniti Jejak Literasi dari Timur, Kisah Martin Liwu dan Dedikasi 8 Tahun di Dunia Jurnalistik

Abdi

Seorang Pria Tewas Ditembak di Depan THM Samarinda, Pelaku Kabur Naik Motor

Nanda