Pasuruan, Natmed.id – Wali Kota Pasuruan H Adi Wibowo menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Pasuruan masa bhakti 2025–2030 di Pendopo Surga Surgi, Kota Pasuruan, Minggu malam 21 Desember 2025.
Dalam agenda tersebut, Ki Slamet Juwanto resmi dilantik sebagai Ketua Pepadi Kota Pasuruan bersama jajaran pengurus baru untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan Ki Slamet Juwanto dan Ki Suryo Dimejo, sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru Pepadi.
Wali Kota Pasuruan yang akrab disapa Mas Adi menegaskan bahwa wayang merupakan warisan budaya yang mengandung nilai filosofi dan pendidikan karakter.
“Wayang bukan sekadar hiburan. Di dalamnya ada tuntunan hidup dan nilai moral yang sejak dulu digunakan Walisongo sebagai media dakwah,” ujar Mas Adi.
Ia menekankan pentingnya nguri-uri budaya di tengah derasnya arus digitalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai kearifan lokal.
Menurut Mas Adi, Pepadi memiliki peran strategis sebagai ruang regenerasi dalang dan pelaku seni budaya agar tradisi wayang tetap hidup di kalangan generasi muda.
“Wayang harus terus menjadi tontonan sekaligus tuntunan, terutama untuk menjaga identitas dan karakter masyarakat Kota Pasuruan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pepadi Kota Pasuruan terpilih Ki Slamet Juwanto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pedalangan tersebut.
“Kami mohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah ini serta melestarikan seni wayang dan budaya daerah,” ujar Ki Slamet Juwanto saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, Pepadi ke depan akan fokus pada pembinaan dalang muda dan penguatan kegiatan seni tradisi agar semakin dikenal masyarakat luas.
Pelantikan pengurus Pepadi Kota Pasuruan masa bakti 2025–2030 ini diharapkan menjadi momentum penguatan pelestarian seni wayang sebagai warisan budaya sekaligus bagian dari pembangunan karakter masyarakat daerah.
