Kraksaan, Natmed.id – Sebanyak 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Probolinggo resmi mendapatkan bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP Jawara) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penyaluran program berlangsung di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Kamis 11 Desember 2025.

Program ini digelar untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga prasejahtera melalui dukungan modal usaha yang terarah.
Dari total penerima, 100 KPM masuk kategori Putri Jawara dan 100 lainnya kategori KPM Jawara. Mereka tersebar di lima kecamatan, yakni Kraksaan (72 KPM), Besuk (42 KPM), Pakuniran (34 KPM), Gading (43 KPM), serta masing-masing satu KPM dari Kotaanyar, Gending, Krejengan, dan Tegalsiwalan.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta. Dana tersebut wajib digunakan untuk mengembangkan usaha yang telah diverifikasi sesuai kriteria program.
KIP Jawara menargetkan penerima berusia 18–58 tahun, berstatus menikah, tercatat pada Desil 1–5, memiliki embrio usaha, dan tidak sedang menerima bantuan kemiskinan ekstrem. Program ini juga menegaskan bahwa penerima bukan bagian dari keluarga ASN, TNI, atau Polri.
Penyaluran di Kraksaan dihadiri perwakilan Dinsos Provinsi Jawa Timur Sheila Febri Prasetyanti, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, serta Penyuluh Sosial Muda Dinsos Kabupaten Probolinggo, Mukminah.
Camat Kraksaan Puja Kurniawan menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Pemprov Jatim menempatkan wilayahnya sebagai titik penyaluran.
“Terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi dan kabupaten. Semoga bantuan ini benar-benar mendukung peningkatan usaha para penerima,” katanya.
Perwakilan Dinsos Provinsi Jatim Sheila Febri Prasetyanti menegaskan pentingnya penggunaan bantuan secara tepat.
“Setelah dana diterima, mohon segera dibelanjakan sesuai ketentuan. Nota pembelanjaan wajib disimpan sebagai bukti,” ujarnya.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyebut penyaluran ini sebagai bukti sinergi antarpemerintah dalam menekan angka kemiskinan.
“Bantuan untuk 200 KPM ini menjadi langkah konkret mendorong ekonomi keluarga prasejahtera,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa monitoring dan pendampingan akan diperkuat untuk memastikan dampak program lebih optimal.
“Kami berharap para penerima dapat mandiri secara ekonomi setelah bantuan ini dijalankan dengan benar,” tutupnya.
