Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menekankan bahwa tahun 2026 merupakan tahun transformasi bagi sistem kepegawaian di Kaltim.
Ia menegaskan bahwa Manajemen Talenta kini menjadi instrumen utama dalam menentukan arah karier setiap pegawai.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan pengakuan resmi dari negara melalui keputusan Presiden Republik Indonesia atas jasa-jasa ASN yang bekerja dengan penuh kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta disiplin tinggi tanpa cacat selama masa baktinya.
Bertempat di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim pada Senin, 23 Februari 2026, Sri Wahyuni memimpin langsung upacara Penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi para ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Sekda Sri Wahyuni menginstruksikan dengan tegas agar seluruh ASN segera melakukan penataan data mandiri.
“Saya minta Bapak dan Ibu sekalian untuk mengecek kembali profil kepegawaiannya di aplikasi MyASN. Pastikan semua dokumen pendukung, riwayat kompetensi, dan capaian kinerja sudah di-upload dengan benar,” tegas Sri Wahyuni.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Manajemen Talenta ini akan menjadi acuan objektif dalam pengisian jabatan. Oleh karena itu, para ASN diminta untuk bersikap kooperatif apabila mendapatkan panggilan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengikuti uji kompetensi atau asesmen.
Menurutnya, keterlibatan aktif dalam proses ini adalah kunci bagi setiap individu untuk masuk dalam kotak sukses yang akan membuka peluang promosi dan pengembangan karir ke depan.
Di tengah suasana menjelang bulan suci Ramadan, Sri Wahyuni juga memberikan catatan evaluasi yang cukup tajam mengenai kedisiplinan kerja. Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang sedang diuji coba, ia menyayangkan masih adanya oknum ASN yang kurang disiplin dalam melakukan presensi elektronik.
Berdasarkan laporan pemantauan dari Biro Organisasi, terdeteksi sejumlah pegawai yang melakukan presensi jauh di luar jam yang telah ditentukan, seperti pada pukul 10 atau 11 siang.
Sekda menegaskan bahwa ketidakhadiran tepat waktu di sistem menunjukkan bahwa pegawai tersebut tidak dalam posisi siap bekerja (ready).
“Konsekuensinya sudah jelas. Bagi mereka yang tidak disiplin dan presensinya tidak sesuai aturan, maka akan dilakukan pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) secara otomatis sesuai sistem yang berlaku,” ujar Sekda dengan nada tegas.
Ia mengharapkan para pejabat struktural di setiap OPD mampu menjadi contoh teladan dan terus melakukan pengawasan internal agar produktivitas tidak menurun meski dalam pola kerja fleksibel.
Menutup rangkaian sambutannya, Sri Wahyuni mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana berbagi dan mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai program inovatif Pemprov Kaltim, di antaranya, Program Takjil dan Buka Puasa Gratis yang akan dimulai pada hari Rabu, 25 Februari 2026 mendatang.
Seluruh OPD diinstruksikan untuk menyediakan hidangan buka puasa di depan kantor masing-masing, terutama yang berada di jalur protokol, untuk membantu masyarakat umum yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Guna memeriahkan hari kemenangan, akan digelar lomba takbiran yang pesertanya terbuka luas, di mana Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim telah menyiapkan hadiah khusus bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas syiar Islam di Bumi Etam.
Pemprov akan memberikan penghargaan bagi perangkat daerah yang paling kreatif, unik, dan heboh dalam menyelenggarakan kegiatan sosial selama Ramadan, sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme pelayanan publik.
“Mari kita jadikan penghargaan Satyalancana ini sebagai motivasi tambahan untuk memberikan yang terbaik. Biarlah pengabdian kita menjadi warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang menuju Kaltim yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
