Pasuruan, Natmed.id — Aktivitas wisata di Dam Pleret 1904, Kota Pasuruan meredup setelah pengelolaan kawasan tidak lagi berjalan. Berakhirnya kontrak sewa membuat bangunan bersejarah peninggalan kolonial itu minim perawatan dan ditinggalkan pengunjung.
Hasil pantauan di lokasi, Rabu 7 Januari 2026 menunjukkan sejumlah struktur dam mulai aus, lingkungan sekitar kurang tertata, dan fasilitas pendukung wisata tidak difungsikan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi sebelumnya ketika kawasan masih ramai dikunjungi warga.
Ketua Pokdarwis Pleret periode terakhir, Heru, membenarkan pengelolaan berakhir sejak kontrak sewa habis pada 2024. Selain itu, kepengurusan Pokdarwis juga tidak diperpanjang kepala desa setempat.
“Kepengurusan tidak dilanjutkan dan kontrak sewa juga selesai, sehingga kegiatan wisata berhenti,” kata Heru saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, selama berada di bawah pengelolaan Pokdarwis, perawatan kawasan dilakukan secara rutin dan kunjungan wisatawan terjaga. Setelah tidak ada pengelola, aktivitas pemeliharaan ikut terhenti.
Terpisah, Kepala Desa Pleret, Budiono, menegaskan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan terkait penyewaan maupun pengelolaan Dam Pleret. Ia menyebut peran desa terbatas pada wilayah administrasi.
“Soal sewa dan pengelolaan bukan kewenangan pemerintah desa,” ujar Budiono.
Dari kalangan warga, Suyanto mengatakan Dam Pleret sebelumnya menjadi lokasi favorit masyarakat, terutama pada akhir pekan. Kini, menurut dia, kawasan tersebut kehilangan daya tarik.
“Dulu ramai, sekarang sepi karena tidak terurus,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait arah pengelolaan Dam Pleret 1904. Kejelasan kebijakan dinilai penting untuk menghidupkan kembali fungsi kawasan sekaligus menjaga nilai sejarahnya.
