Ekonomi

Pengadaan Cold Storage Bakal Jadi Solusi Stabilkan Harga Ikan di Samarinda

Teks: Plh Asisten II Setda Samarinda sekaligus Kabag Ekonomi Pemkot Samarinda Nadya Turisna Saat Memberikan Keterangan Pers, Selasa,10/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda terus mengupayakan pengendalian inflasi melalui pengadaan fasilitas cold storage untuk produk pangan strategis, termasuk ikan dan hasil pertanian lokal.

Upaya ini dilakukan karena keterbatasan kota dalam produksi dan ketersediaan pangan segar yang fluktuatif, terutama ikan air laut seperti ikan layang.

Plh Asisten II Setda Samarinda sekaligus Kabag Ekonomi Pemkot Samarinda Nadya Turisna menjelaskan bahwa pengadaan cold storage merupakan langkah strategis untuk menjaga harga tetap stabil dan ketersediaan pangan aman bagi masyarakat.

“Kalau ikan layang misalnya, itu sulit dikontrol karena keterbatasan kapal dan musim tangkap. Kota kami hanya bisa menggunakan kapal kecil, sementara yang besar untuk menangkap ikan layang mencapai 30 sampai 50 GT. Maka solusinya kita siapkan cold storage, supaya ikan yang datang bisa dibukukan dan digunakan sewaktu-waktu,” jelas Nadya usai Forum Lintas Perangkat Daerah penyusunan RKPD 2027, Selasa 10 Maret 2026.

Cold storage yang saat ini tersedia di Varia Niaga telah digunakan untuk menyimpan daging ayam beku dan telur. Namun, Pemkot berencana menambah fasilitas untuk perikanan, khususnya ikan air tawar seperti nila dan lele. Produk-produk ini diharapkan bisa mendukung swasembada lokal serta pengolahan UMKM.

“Produksi ikan air tawar seperti lele dan nila cukup banyak di masyarakat Samarinda. Kalau didukung cold storage, kita bisa jaga stok dan sekaligus menurunkan tekanan inflasi,” lanjutnya.

Selain itu, pengendalian harga tidak hanya fokus pada perikanan. Pemerintah juga memperhatikan produk pertanian, seperti cabai, bawang, dan daging sapi. Cold storage menjadi sarana penting untuk menyimpan stok strategis di saat harga melonjak atau pasokan terbatas.

“Kalau inflasi terjaga, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok. Dengan begitu, ekonomi juga tetap berjalan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan kota sebagai daerah nonproduksi pangan menjadi tantangan tersendiri.

“Kita bukan penghasil utama, jadi pengadaan dan pengelolaan cold storage ini jadi sangat penting. Jangan sampai stok ada tapi masyarakat tidak kebagian, atau harga melonjak karena barang langka,” ujarnya.

Rencana pengembangan fasilitas ini juga diharapkan mendorong pengolahan hasil lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik pisang dan olahan ikan, sehingga mendukung UMKM dan ekonomi kreatif di Samarinda.

Related posts

Stok Aman Jelang Ramadan, Dewan Ingatkan Pedagang Tak Ambil Untung Berlebih

Aminah

Kaltim Dilirik Investor Global, Hipmi Didukung Jadi Pemain Utama Sektor Pangan

Aminah

Besarnya Peluang Ekonomi Dibidang Daging Sapi Segar Untuk GP Ansor Kutai Timur

Febiana