Ekonomi

Pemkot Samarinda Pastikan Stok Pangan Aman Pasca-Lebaran

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Saat Diwawancarai Oleh Awak Media Pada Selasa,7/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda terus melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat usai Hari Raya Idulfitri.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi rutin dengan pemerintah pusat, kondisi inflasi dan stok pangan di Kota Tepian saat ini berada dalam kategori terkendali.

“Kita setiap minggu melakukan koordinasi dengan kementerian untuk memantau inflasi. Alhamdulillah, untuk ketersediaan bahan pokok di Samarinda secara umum dalam kondisi aman,” ujar Saefuddin Zuhri saat ditemui pada Selasa, 7 April 2026.

Selain pangan, sektor energi menjadi perhatian serius Pemkot Samarinda. Saefuddin mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, terutama dengan adanya dinamika politik internasional yang sedang memanas.

“Masyarakat kita imbau untuk tidak boros, gunakan bahan bakar seperlunya saja. Kita harus waspada karena situasi geopolitik global, seperti konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel, bisa saja berdampak pada gejolak harga atau pasokan energi dunia. Kita harus tetap tenang tapi tetap efisien,” tegasnya.

Menjelang Iduladha, Wawali Saefuddin memprediksi harga daging akan cenderung lebih stabil atau bahkan menurun dibandingkan saat puncak Idulfitri lalu. Menurutnya, stok yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan warga.

“Kalau untuk daging, prediksinya justru akan ada penurunan harga setelah Lebaran ini. Stok kita masih banyak dan mencukupi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan menjelang Lebaran Haji nanti,” jelas Zuhri.

Namun, tantangan justru muncul dari komoditas ikan. Meski stok dinyatakan aman, harga beberapa jenis ikan laut masih mengalami fluktuasi karena keterbatasan jangkauan nelayan lokal.

“Ikan laut dalam seperti tuna dan tenggiri itu memang agak sulit karena nelayan kita jangkauannya masih terbatas untuk ke laut dalam. Akibatnya, kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, yang akhirnya memicu kenaikan harga di pasar lokal kita,” tambahnya lagi.

Wakil Wali Kota Saefuddin menekankan bahwa Pemkot Samarinda akan terus menjalin komunikasi intensif agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat terkait isu-isu ekonomi global.

“Pemerintah kota berkomitmen menjaga agar informasi yang sampai ke masyarakat itu akurat. Jangan sampai ada gejolak yang tidak perlu. Kami akan terus pantau agar distribusi barang tetap lancar,” pungkasnya.

Related posts

Choirul Huda Nilai Kafe yang Gelar Live Musik Masih Wajar

Aditya Lesmana

Mahasiswa Jualan Dokter Kebab, Omzet Tembus Ratusan Porsi per hari

Aminah

Pemkot Terapkan Aturan Ketat, Deadline Pengosongan Lapak dan Sistem Retribusi Digital

Sahal