Samarinda, Natmed.id – Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi memicu sorotan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait stabilitas hukum dan politik yang berdampak pada investasi nasional.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai kondisi ekonomi saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik global dan domestik, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat serta persoalan hukum dan tata kelola di Indonesia.
“Sejak awal, kami mencermati ketika dunia masih anarkis, diwarnai pertarungan politik global dan muncul ketidakpastian baru ketika Amerika Serikat menggunakan instrumen tarif secara sepihak. Kebijakan ini memaksa negara lain menyesuaikan diri dan tentu berdampak pada ekonomi nasional,” kata Hasto dalam acara Ngopi Bareng Sekjend PDIP bersama media, Senin, 2 Februari 2026, di Kantor DPD PDIP Kaltim, Kota Samarinda.
Persoalan hukum yang tidak berkeadilan juga menekan ekonomi, karena tingginya biaya usaha, rendahnya transparansi dan implementasi investasi yang terhambat.
“Kalau supremasi hukum tidak ditegakkan, biaya ekonomi tinggi, investasi rendah dan kredibilitas ekonomi terganggu,” ujarnya.
Hasto menambahkan, intervensi kekuasaan dalam politik, termasuk distribusi bantuan sosial (bansos) dan APBN untuk kepentingan elektoral, menciptakan ketidakpastian baru di dunia usaha.
“Kalau di politik bisa disalahgunakan, apalagi di sektor ekonomi yang menyangkut sumber daya negara,” katanya.
Dampak krisis hukum dan politik ini juga merambat ke sektor keuangan. Penurunan IHSG memicu mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Jakarta dan sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menurut Hasto menurunkan kepercayaan investor.
“PDIP mendorong otoritas moneter dan fiskal bekerja sama tanpa saling intervensi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan agar tidak berdampak ke sektor riil. Kita tidak ingin terjadi krisis yang menekan daya beli rakyat dan kelas menengah,” jelasnya.
Hasto menegaskan, rekomendasi PDIP adalah memulihkan kepercayaan pasar modal, menstabilkan rupiah, dan melindungi sektor riil agar guncangan ekonomi tidak berlanjut.
“Penurunan IHSG dan melemahnya rupiah harus segera diantisipasi agar rakyat tidak terdampak,” pungkas Hasto.
