Samarinda

Pastikan Aman Konsumsi, BBPOM Samarinda akan Uji Takjil Selama Ramadan

Teks: Kepala BBPOM Kota Samarinda Agung Kurniawan, Saat Diwawancara Wartawan (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda Agung Kurniawan menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan. Ia menjelaskan, BBPOM tidak bisa bekerja sendiri sehingga mengundang berbagai pihak terkait untuk mengharmonisasikan kerja sama yang selama ini berjalan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan demi keamanan masyarakat.

Agung menjelaskan pengawasan rutin BBPOM Samarinda dilakukan sepanjang tahun, namun menjelang hari raya keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri, pihaknya meningkatkan intensitas pengawasan pada sarana produksi, distribusi, hingga penjamah makanan. Kegiatan ini juga mencakup sidak bersama lintas sektor di Kota Samarinda dan akan dilanjutkan ke kabupaten/kota lainnya.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, BBPOM Samarinda meningkatkan pengawasan produksi, distribusi, dan penjamah makanan, termasuk sidak bersama lintas sektor di Samarinda,” ungkapnya Kamis 12 Februari 2026.

Salah satu fokus pengawasan selama Ramadan adalah takjil, yang diuji menggunakan mobil laboratorium keliling (Mopling) di titik-titik kritis secara acak untuk memastikan produk pangan aman dikonsumsi.

Selain itu, BBPOM Samarinda memberikan edukasi dan pelatihan bagi pengolah makanan di sekolah dan kelompok rentan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), dan lintas sektor terkait agar praktik pengolahan pangan sesuai standar keamanan.

“Selama Ramadan, BBPOM Samarinda menguji takjil dengan mobil laboratorium keliling dan memberikan pelatihan pengolah makanan agar pangan aman dikonsumsi,” tambahnya.

Dalam pengawasan jalur masuk produk, BBPOM bekerja sama dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda dan Bontang untuk memantau distribusi obat dan makanan, termasuk mencegah masuknya produk ilegal, terutama kosmetik dari luar Kalimantan Timur.

Agung juga mengingatkan masyarakat untuk menjadi cerdas dalam memilih produk melalui slogan “Cek KLIK”, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa, agar terhindar dari produk ilegal dan berbahaya.

“Dengan Cek KLIK, masyarakat bisa membentengi diri sendiri dan memastikan obat dan pangan yang dikonsumsi aman,” pungkas Agung.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengharmonisasikan program pengawasan obat dan makanan dengan lintas sektor, sehingga pengawasan bisa lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Related posts

Gabungan Aliansi Perempuan Tuntut Pemkot Sediakan Wadah Bagi Anak Jalanan

Emi

Pendaftaran Pedagang Pasar Pagi Samarinda Dibuka 20-24 Desember 2025

Sukri

Jalur Jembatan Mahakam Buka Tutup Pascainsiden Mahulu

Sukri

Leave a Comment