Ekonomi

Parkir Masih Jadi Keluhan Tahunan di Wisata Belanja Ramadan Samarinda

Teks: Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin Saat Meninjau Wisata Belanja Ramadan Samarinda Memberikan Keterangan Pers Kepada Media (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Keluhan terkait keterbatasan lahan parkir kembali mencuat pada hari pertama operasional Wisata Belanja Ramadan Samarinda, Kamis 19 Februari 2026.

Wisata kuliner yang digelar setiap tahun di halaman parkir Gor Segiri ini selalu dipadati pengunjung sejak hari pertama Ramadan. Namun, tingginya antusiasme masyarakat kembali tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir yang memadai di sekitar lokasi, sehingga persoalan parkir menjadi masalah klasik yang belum sepenuhnya teratasi.

Teks: Kepadatan Parkir Di Seberang GOR Segiri, Pengunjung Diarahkan Parkir Di Trotoar (Natmed.id/Aminah)

Erna, pengunjung asal Sambutan yang baru pertama kali berkunjung, mengaku kesulitan mencari tempat parkir dan terpaksa memarkir kendaraannya di luar area resmi.

“Sulit parkir. Tadi pas mau parkir langsung disambut tukang parkir liar di depan putaran. Akhirnya saya parkir di situ karena enggak enakan. Satu mobil diminta Rp10 ribu,” ujar Erna.

Ia berharap ke depan penataan parkir bisa lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung. “Semoga enggak ada lagi jukir-jukir liar dan bisa diarahkan ke tempat parkir yang lebih nyaman,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Enzi, pengunjung asal Samarinda Ulu. Ia mengaku langsung didatangi tukang parkir meski sudah berniat parkir di area belakang.

“Saya baru datang sudah dikejar tukang parkir, padahal saya parkir di belakang. Motor dikenakan Rp5 ribu,” ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Samarinda Muslimin mengakui keterbatasan parkir menjadi kelemahan utama dalam pelaksanaan Wisata Belanja Ramadan tahun ini.

“Iya, memang kelemahan kita ini parkir. Kalau dihitung, jumlah pengunjung hari pertama itu sekitar 3.000 sampai 5.000 orang, sementara kapasitas parkir kita hanya sekitar 2.000 kendaraan,” jelas Muslimin saat ditemui di lokasi.

Ia menyebut, keterbatasan tersebut diperparah dengan masih adanya proyek revitalisasi di sekitar kawasan Gor Segiri yang belum rampung. Akibatnya, banyak pengunjung harus memarkir kendaraan di luar area utama.

“Karena kondisinya memang parkir kurang dan masih ada proyek yang belum selesai, akhirnya banyak masyarakat parkir di luar. Tapi besok akan kita tertibkan dan koordinasikan,” tegasnya.

Menurut Muslimin, penataan parkir akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar masing-masing menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

“Semua sudah terkoordinasi, tinggal masing-masing OPD menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan demi meningkatkan kenyamanan pengunjung pada tahun-tahun berikutnya.

“Setiap kekurangan setiap tahun kami catat dan kami perbaiki ke depan. Harapan kami, UPTD bisa terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Selain wisata belanja, kawasan tersebut juga akan diramaikan dengan berbagai agenda Ramadan, seperti buka puasa bersama anak yatim, lomba pergerakan sahur, hingga lomba muslimah. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai event organizer karena keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Sebagian dari sewa lapak juga menjadi pendapatan asli daerah,” pungkas Muslimin.

Related posts

Besarnya Peluang Ekonomi Dibidang Daging Sapi Segar Untuk GP Ansor Kutai Timur

Febiana

Roby Jamin Stok Bahan Pokok Aman Selama PPKM Darurat

Aditya Lesmana

Perempuan Kaltim Miliki Potensi Besar Majukan UMKM

Rhido

Leave a Comment