National Media Nusantara
Pasuruan

Paprika Tutur Jadi Primadona Petani Lereng Bromo

Pasuruan, Natmed.id – Kabut pagi masih menyelimuti lereng Gunung Bromo saat deretan greenhouse di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai dipenuhi aktivitas petani paprika. Di wilayah sejuk berketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut ini, paprika tumbuh subur dan menjadi tumpuan penghidupan warga.

Kecamatan Tutur dikenal sebagai sentra paprika terbesar di Jawa Timur. Komoditas hortikultura ini tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga mengalir ke berbagai daerah di Indonesia berkat kualitas dan kontinuitas produksinya.

Di Dusun Yitnan, Desa Tlogosari, Eddy Sudarsono menekuni budidaya paprika selama bertahun-tahun. Dua greenhouse miliknya kini menaungi sekitar 4.000 pohon paprika yang sedang memasuki masa panen dengan warna hijau, merah, dan kuning.

“Panennya menyesuaikan kebutuhan pasar. Ada yang dipetik saat hijau, ada juga yang ditunggu sampai merah atau kuning,” ujar Eddy, Selasa 13 Januari 2026.

Setiap pohon mampu menghasilkan 3 hingga 5 kilogram paprika. Menurut Eddy, paprika hijau paling diminati karena harganya lebih terjangkau dibandingkan paprika merah dan kuning.

“Harga hijau sekitar Rp22 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram. Merah Rp35 ribu, sedangkan kuning bisa mencapai Rp45 ribu,” katanya.

Permintaan paprika Tutur datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa hingga luar pulau seperti Kalimantan dan Papua. Sebagian pembeli bahkan memilih mengambil langsung hasil panen dari kebun.

“Sudah ada yang datang langsung ke sini, tinggal dipanen saja,” tutur Eddy.

Dari hasil panen tersebut, Eddy mencatat omzet kotor hingga Rp30 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya perawatan dan tenaga kerja, pendapatan bersih berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Camat Tutur Hendi Candra Wijaya menyebut paprika telah menjadi identitas pertanian wilayahnya. Ratusan ribu tanaman paprika tumbuh di beberapa desa, dengan konsentrasi terbesar berada di Desa Tlogosari.

“Potensi ini terus kami dorong agar berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hendi.

Related posts

Tangki SPBU di Pasuruan Kota Dicek Polisi, Tindak Lanjuti Laporan Banyak Kendaraan Mogok

Sahal

MUI Kota Pasuruan Resmi Dikukuhkan, Soroti Tantangan Era Digital

Sahal

Rapat Publikasi Statistik Pasuruan Tekankan Akurasi dan Keterbukaan Data Pemerintahan

Sahal

You cannot copy content of this page