Ekonomi

Operasi Pasar Samarinda Segera Digelar Antisipasi Kekurangan Bahan Pokok

Teks: Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menyiapkan operasi pasar di 10 kecamatan setelah memprediksi kemungkinan kekurangan bahan pokok akibat kenaikan permintaan dan pasokan yang sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengatakan kondisi pasokan yang bergantung pada produksi daerah lain membuat harga dan ketersediaan bahan pokok sangat rentan fluktuasi.

“Kalau pasokan dari daerah lain berkurang, harga otomatis naik. Stok aman saja tidak cukup, harus ada operasi pasar supaya masyarakat tidak kesulitan membeli,” ujarnya di Kantor DPRD Kota Samarinda, Selasa 3 Februari 2026.

Nurrahmani menjelaskan, menjelang bulan puasa biasanya ada dua tantangan utama, yakni lonjakan permintaan dan kemungkinan gagal panen di daerah pemasok. Kondisi itu bisa memengaruhi pasokan, terutama dari wilayah seperti Jawa, yang selama ini menjadi pemasok utama beberapa komoditas.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disdag telah melakukan koordinasi intensif dengan distributor agar suplai tetap stabil. Distributor juga diminta menyesuaikan distribusi dan siap menambah pasokan ketika permintaan tinggi, terutama menjelang puncak Ramadan dan Lebaran.

Selain koordinasi, Disdag akan menggelar operasi pasar minimal dua kali, sebelum Ramadan dan pertengahan bulan puasa. Operasi pasar bertujuan menstabilkan harga dengan menjual bahan pokok mendekati harga pokok, sehingga tetap terjangkau masyarakat. Tahun lalu, operasi pasar bahkan dilakukan hingga tiga kali tergantung kondisi lapangan.

Nurrahmani menambahkan, Disdag juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian untuk memaksimalkan peran petani lokal. Hasil panen petani Samarinda diupayakan dijual di dalam daerah, bukan dialihkan ke luar, agar pasokan lokal tetap mencukupi.

“Petani lokal kami back up oleh dinas terkait supaya hasilnya bisa dijual di Samarinda,” ujarnya.

Kenaikan harga bahan pokok menurut Nurrahmani tidak dapat dihindari, namun fokus utama pemerintah adalah menjaga ketersediaan barang di pasaran. Pemerintah menekankan bahwa masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok meski permintaan meningkat, dengan operasi pasar dan dukungan distribusi lokal yang tepat.

Disdag juga terus memantau kondisi harga di pasar dan melakukan penyesuaian operasi pasar jika diperlukan. Hal ini dinilai penting agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Distribusi harus terkendali, pasokan stabil, dan petani lokal diberdayakan. Semua langkah ini penting agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus khawatir stok kosong atau harga melambung,” pungkas Nurrahmani.

Related posts

Pengusaha Harus Berani Jujur dan Berinovasi untuk Rebut Kepercayaan Konsumen

Rhido

Wisata Belanja Ramadan Gor Segiri Resmi Dibuka, Pengunjung Membeludak

Aminah

Kakao Kaltim Mulai Masuk Pasar Global

Aminah