Samarinda

Operasi Ketupat Hari ke 12, Samarinda Masih Aman Terkendali

Teks: Kegiatan Anev Diskamtibmas Operasi Ketupat 2026 Digelar di Samarinda Theme Park, Selasa,24/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Memasuki hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026, kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Samarinda terpantau masih aman dan kondusif, meski aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran mengalami peningkatan signifikan di berbagai sektor.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan analisis dan evaluasi (anev) siskamtibmas melalui Zoom Meeting bersama Kapolri, Kapolda, serta Forkopimda dan instansi terkait, yang dipusatkan di Samarinda Theme Park, Selasa 24 Maret 2026.

“Untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 sampai hari ke-12 ini, Alhamdulillah di Kota Samarinda masih berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Hendri.

Meski demikian, terdapat satu kejadian menonjol yang sempat menjadi perhatian publik, yakni kasus pembunuhan mutilasi yang terjadi pada hari pertama Lebaran, 21 Maret 2026.

Di sisi lain, Hendri mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi arus mudik maupun mobilitas keluar-masuk kota.

“Kalau kita lihat data, memang terjadi peningkatan dari tahun 2025 ke 2026, baik jumlah penumpang di terminal, bandara, maupun pelabuhan. Baik yang berangkat maupun yang kembali ke Samarinda semuanya meningkat,” jelasnya.

Peningkatan tersebut juga terlihat di Bandara APT Pranoto serta sejumlah pelabuhan yang melayani rute ke wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Namun demikian, puncak arus mudik diperkirakan tidak terjadi secara bersamaan, menyusul adanya kebijakan work from anywhere (WFA) yang membuat pergerakan masyarakat lebih tersebar.

“Puncak arus mudik diperkirakan hari ini, tapi karena ada kebijakan work from anywhere, kemungkinan tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam beberapa hari,” ungkapnya.

Selain sektor transportasi, pergeseran keramaian masyarakat juga terjadi ke pusat perbelanjaan dan objek wisata. Kapolresta menyebut, karakteristik warga Samarinda yang cenderung menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan menjadikan lokasi tersebut sebagai titik keramaian utama selama libur Lebaran.

“Yang paling banyak didatangi masyarakat itu pusat perbelanjaan seperti Big Mall, Samarinda Square, dan SCP. Pasar Pagi juga mengalami lonjakan pengunjung yang cukup besar,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah objek wisata seperti Samarinda Theme Park, taman kota, hingga wisata air juga menjadi perhatian pengamanan, terutama terkait kepadatan lalu lintas dan ketersediaan kantong parkir.

“Kami memberikan atensi pada lalu lintas di depan tempat wisata, kantong parkir, dan kondisi di dalam lokasi wisata agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, meski tidak semua lokasi wisata memiliki pos pengamanan tetap, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif di titik-titik keramaian.

Pasca terjadinya kasus mutilasi, kepolisian juga meningkatkan eskalasi pengamanan, khususnya di kawasan permukiman yang ditinggal mudik serta lokasi rawan lainnya.

“Untuk lingkungan perumahan yang banyak ditinggal kosong, patroli kita tingkatkan. Begitu juga di tempat wisata, pusat keramaian, hingga kawasan Sungai Mahakam, semuanya kita tingkatkan pengamanannya,” jelas Hendri.

Secara keseluruhan, ia memastikan situasi keamanan di Samarinda selama perayaan Idulfitri masih dalam kondisi terkendali dengan dukungan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026.

“Secara garis besar, insyaallah sampai hari ini Kota Samarinda masih aman dan kondusif. Kami siap mengamankan aktivitas masyarakat selama Lebaran,” pungkasnya.

Related posts

DLH Beri Deadline Pembangunan IPAL Baru Mie Gacoan Hingga Juni

Sukri

Kapolresta Samarinda Siagakan 1.100 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa

Adinda Febrianti

Baru 30 Persen Terkumpul, UPZ Islamic Center Imbau Warga Samarinda Segera Bayar Zakat

Aminah