National Media Nusantara
Kalimantan Timur

Nidya Listiyono: JMSI Kaltim Harus Jadi Role Model Pers Independen dan Faktual

Teks: Nidya Listoyono, Ketua Dewan Pakar JMSI Kaltim

Samarinda, Natmed.id – Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Nidya Listiyono menegaskan bahwa momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, JMSI Kaltim harus jadi role model pers yang independen dan faktual, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi yang kian dinamis.

“Harapannya adalah nanti JMSI Kalimantan Timur menjadi role model untuk menuju pers yang lebih baik lagi, lebih independen, kemudian tentu menyajikan berita-berita yang faktual,” kata Tyo pada Selasa 27 Januari 2026.

Menjelang peringatan HPN yang akan dipusatkan di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026 mendatang, geliat dunia pers di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif.

Sebagai wilayah yang konsisten berada di jajaran 10 besar Indeks Kebebasan Pers, Kaltim dituntut untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan integritas para pemburu berita.

Dalam keterangannya, Tyo yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya JMSI Kaltim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan, termasuk retreat dan sertifikasi kompetensi.

Menurutnya, kompetensi bukan sekadar soal keahlian menulis, melainkan tentang menjaga marwah profesi melalui kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

“Ini penting dalam rangka agar legalitas, kualitas, dan integritas, semua bisa kita bangun, dari hal-hal yang memang sifatnya legal supaya wartawan-wartawan kita juga bergeraknya dengan kode etik kita yang kemudian kita harus junjung tinggi,” ujarnya.

Menghadapi pergeseran perilaku konsumsi media (shifting), Tyo mengingatkan para pengelola media siber untuk lebih kreatif dalam menyajikan informasi.

Di era di mana masyarakat lebih sering mengakses berita melalui gadget, pola penyajian berita yang panjang lebar dinilai mulai kehilangan daya tarik.

Ia menekankan pentingnya mendesain berita yang poin-poinnya mudah ditangkap oleh pembaca, tanpa mengesampingkan keakuratan data.

“Hari ini semua sudah digitalisasi dan orang hari ini tidak melihat lagi misalnya ini media mana, tapi dia melihat siapa yang cepat memberitakan, siapa yang bagus memberitakan. Teman-teman harus bisa mendesain itu supaya kita bisa bersaing,” tambahnya.

Selain itu, pers tidak hanya bertugas sebagai pengawas kebijakan publik melalui penyaluran keluhan masyarakat terkait fasilitas umum, tetapi juga sebagai mesin promosi potensi daerah, seperti pariwisata.

Ia mengharapkan pers di Kaltim menjadi sosok yang independen namun tetap solutif dalam mendukung program-program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Pers Kaltim saya pikir sudah sangat baik, tinggal bagaimana kemudian kita berkompetisi supaya menjadi media yang terpercaya,” pungkasnya.

Dengan semangat HPN 2026, ia mengajak seluruh insan pers di Kaltim untuk terus belajar dan berinovasi agar tetap menjadi rujukan utama masyarakat di tengah riuhnya arus informasi di media sosial.

Related posts

Pergerakan Wisnus di Kaltim Meledak 1,2 Juta Perjalanan, Satu Kota Mencuri Dominasi

Aminah

Pj Bupati PPU Makmur Dapat Pesan Isran Noor 

Nediawati

Neni Nyoblos di Bontang Baru, Basri di Tanjung Laut Indah

natmed

You cannot copy content of this page