Samarinda

Neneng Targetkan Audit Aset Kendaraan Kelar Satu Minggu

Teks: Sekda Samarinda, Neneng Chamelia Santi saat memberikan keterangan kepada awak media usai pelantikan pada Kamis, 2/4/26 (Natmed.id/sukri)

Samarinda, Natmed.id – Menempati posisi baru sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda tidak membuat Neneng Chamelia Santi melupakan tanggung jawab pengawasan yang sebelumnya ia emban sebagai Inspektur Kota.

Neneng menegaskan bahwa penataan aset daerah, khususnya kendaraan dinas, menjadi salah satu agenda mendesak yang harus segera diselesaikan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Isu mengenai audit aset sering kali dianggap sensitif, namun Neneng memastikan bahwa proses review yang sedang berjalan di Inspektorat akan tetap dilakukan secara objektif dan profesional tanpa intervensi, meskipun dirinya kini telah menjabat sebagai Sekda.

“Walaupun saya sudah tidak lagi di Inspektorat, proses audit dan reviu aset tetap berjalan secara profesional sesuai sistem yang ada. Pengawasan internal tidak boleh berhenti hanya karena ada transisi pejabat,” tegas Neneng saat ditemui usai pelantikannya pada Kamis, 2 April 2026.

Neneng menyadari bahwa ketidakjelasan status aset dapat membebani anggaran daerah, terutama dalam hal biaya pemeliharaan dan operasional. Oleh karena itu, ia memberikan instruksi khusus agar pendataan kendaraan dinas dipercepat agar hasilnya dapat segera ditindaklanjuti.

“Untuk urusan audit aset kendaraan dinas ini, saya optimis bisa tuntas dalam waktu dekat. Saya menargetkan dalam satu minggu ke depan seluruh proses reviu sudah selesai dan datanya sudah valid,” ungkapnya.

Sekda Neneng juga memberikan peringatan bahwa hasil audit ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Ia berkomitmen untuk menjalankan setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim auditor, termasuk tindakan tegas jika ditemukan ketidaksesuaian dalam penggunaan aset negara.

“Begitu hasil auditnya keluar dan rekomendasinya jelas, kita akan langsung ambil langkah nyata. Jika memang ada aset yang harus ditarik kembali ke pemkot atau ditata ulang distribusinya, ya akan kita lakukan tanpa ragu. Semuanya demi ketertiban administrasi dan efisiensi kita bersama,” tambahnya.

Bagi Neneng, keberhasilan menata aset adalah cerminan dari integritas Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun.

Dengan kondisi fiskal tahun 2026 yang penuh tantangan, memastikan setiap aset berada di tangan yang tepat adalah bentuk penghematan yang nyata.

“Masyarakat harus tahu bahwa kita serius mengelola apa yang dibeli dengan uang rakyat. Transparansi aset adalah kunci agar publik percaya bahwa birokrasi kita bekerja dengan jujur. Tidak ada yang akan ditutup-tutupi dalam proses audit ini,” pungkasnya.

Related posts

Samarinda Tetap Beri Layanan Kesehatan Gratis Meski Tanpa BPJS

Sukri

Andi Harun Rencanakan Pedagang Pasar Pagi Tutup 15 Menit Sebelum Waktu Salat

Aminah

Mahasiswa Gelar Aksi, Minta Gubernur Tak Tutup Mata dan Jokowi Deklarasi Darurat Iklim

Febiana